Inspektorat Morotai Seriusi Dugaan Pungli Kabid PNFI

  • Bagikan
Kepala Inspektorat Kabupaten Pulau Morotai, Marwanto P Soekidi (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Inspektorat Pulau Morotai kini menseriusi dugaan adanya pungutan liar (Pungli) atas dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilakukan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pulau Morotai, Arafik M Rahman. Pasalnya Kabid PNFI juga belum lama ini tersandang kasus penyelewengan anggaran media saat menjabat Kabag Humas dan hingga kini belum melunasi pengembalia anggaran tersebut.

“Jadi sekecil apapun namanya pengelolaan uang negara yang akuntabel itu tetap kita perhatikan masalah ini, kita sudah turun dan mintai keterangan langsung kepada Arafik M Rahman, namun Arafik mengangap bahwa uang yang diberikan itu adalah ucapan terima kasih. Tapi apakah itu ucapan terima kasih kalau nilai seperti itu, sehingga saya sampaikan ke ibu-ibu pengelola PAUD bahwa memberi kepada petugas pemerintahan pelayanan itu salah, dan ini namanya grativikasi karena memberi dan menerima itu sama-sama salah,” ungkap Kepala Inspektorat Pulau Morotai, Marwanto P Soekidi ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Saat ini pihak Inspektorat sudah memanggil 16 pengelolaan PAUD untuk diindentifikasi dan rata-rata pengakuan para Pengelola PAUD saat dipanggil itu pengakuan mereka memberikan uang ke Arafik, namun uang itu semuanya sudah dikembalikan.

“Tapi untuk total uang pengembalian belum tahu berapa jumlah besarannya, karena pemeriksaannya masih berjalan dan kami tetap pantau terus,” terangnya.

Marwanto mengaku masih mendalami dugaan Pungli ini, apakah atas permintaan Kabid PNFI atau kebiasaan pengelola PAUD sebagai ucapan terima kasih dan memberikan uang rokok, meski nilainya kecil dan tidak sebanding dengan nilai anggaran PAUD.

“Kan nilai (anggaran) PAUD itu kecil-kecil ada yang Rp 10 juta dan Rp 16 juta tergantung banyaknya siswa, namun sekecil apapun namanya pengelolaan uang negara tetap kita perhatikan,” cetusnya.

Tindakan Kabid PNFI Arafi M Rahman sangat disesali Marwanto, sebab waktu masih menjabat sebagai Kabag Humas dirinya dicopot dari jabatanya akibat pengelolaan anggaran, namun dia oleh pimpinan kembali diberikan kepencayaan menduduki jabatan.

“Kok terjadi seperti ini lagi sangat disayangkan, walapun nilai kerugian negeri sudah hilang karena uangnya sudah dikembalikan, tapi kejahatan atau peristiwa pidananya tidak hilang. Untuk perkaranya kita tidak membuktikan apa dia segaja atau memang budaya kita di sini, sehingga pemeriksaan tetap berjalan dan dari hasil pemeriksaan ini kami akan sampaikan ke pimpinan (bupati). Jadi kalau soal uang kita ketat ganti rugi,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut