Penambang Pasir Illegal di Desa Gamlamo Mengacam Puluhan Rumah Warga

  • Bagikan
Dampak penambangan pasir illegal terjadi abrasi di pesisir Pantai Desa Gamlamo Kecamatan Morotai Timur (Istimewa)

DARUBA – Aktifitas penambangana pasir secara illegal terjadi di Desa Gamlamo Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), kini mengancam puluhan rumah warga Gambamo akibat abrasi.

Dari data yang dihimpun, sekitar 30 meter dari pemukiman warga terdapat sejumlah mobil truk hampir setiap hari lalu lalang mengangkut pasir. Kondisi ini jika musim ombak tiba, air laut masuk ke rumah warga setempat.

Salah satu pemilik rumah, Oga Bungan mengaku sebelumnya tidak seperti ini namun akhir-akhir ini ada pengambilan pasir secara illegal yang dilakukan oleh beberapa mobil dump truk yang mengangkut pasir, pengerukan pasir ini membuat rumah yang ditempatinya tidak aman lagi akibat dari abrasi ini

“Dulu sebelum orang-orang mengambil pasir dan kerikil di bibir pantai, kami aman-aman saja, tapi  setelah ada mobil angkut pasir, kami merasa tidak aman, karena ada ombak besar air laut sampai masuk ke rumah kami, ” ungkap Oga kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Sementara, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Sumijo Sosudo sesalkan sikap Pemerintah Desa yang terkesan cuek dengan kondisi yang dialami warga.

“Saya meminta kepada Bupati Pulau Morotai  Beny Laos agar evaluasi kinerja Pemdes Gamlamo karena sudah bertahun-tahun tidak ada langkah untuk mencegah, pengambilan pasir di pantai,” pintanya.

Persoalan ini, kata dia, sudah berulang-ulang kali disampaikan ke Pemerintah Desa. Namun apa yang disampaikan tidak digubris oleh Pemerintah Desa.

“Saya sudah bingung mau bagaimana lagi, karena saya sudah berkali – kali sampaikan ke Pemerintah Desa dan langsung ke pak Kades Gamlamo, untuk menertibkan mobil-mobil yang angkut pasir agar tidak terjadi abrasi, tapi sampai sekarang mereka tidak tanggapi,” imbuhnya.

Ketua Badan Permusyawara Desa (BPD) Gamlamo, Akediri Ekene mengungkapkan telah menyampaikan ke pemilik lahan agar mobil tidak lagi mengakut pasir, namun pemilik lahan tidak memperdulikannya.

” Kami akan gelar rapat, untuk minta ke dinas terkait supaya melihat abrasi di Desa Gamlamo,” timpalnya.

Terpisah Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai, Abubakar R Rajak saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan turun cek di lokasinya, dirinya belum berkomentar jauh sebelum ke lokasi.

“Besok suruh staf turun ukur dan cek kondisi, kalau dikasih biar ambil pasir pantai akan rusak samua,” tegasnya.

Dirinya juga menghimbau agar masyarakat juga harus sadar karena Morotai hampir rata-rata tinggal di pesisi. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut