Dua Nelayan Asal Sulawesi Diciduk Polisi, 12 Orang Masuk DPO

  • Whatsapp
Direktur Polairud Polda Maluku Utara Kombes Pol R. Djarot Agung Riadi dampinggi Kabid Humas AKBP Adip Rojikan menujukan tersangka dan barang bukti bom yang diamankan (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Dua orang nelayan masing-masing RT alias Tama warga asal Sulawesi Tengah (Sulteng) dan SM alias Tole (19) warga berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan Direktorat Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara (Malut). Kedua tersangka diciduk kapal patroli KP.XXX-2008 karena kedapatan menangkap ikan di perairan Kabupaten Pulau Taliabu dengan mengunnakan badan peledak (bom) pada Selasa (4/8).

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol R. Djarot Agung Riadi mengatakan penakangkapan ini berawal dari kapal patroli KP.XXX-2008 melaksanakan patroli di perairan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu dan menemukan kapal bernama KM Shohubussnnah 001 yang mencurigakan, anggota langsung menghentikan kapal lalu dilakukan pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

“Hasil pemeriksaan ditemukan 14 orang, 5 orang terdaftar sebagai crew kapal, sementara 9 orang lainnya tidak terdaftar. Anggota juga menemukan 17 buah bahan peledak siap digunakan yang dikemas dalam botol air mineral, botol bir, dan jerigen 5 liter yang disimpan dalam 3 cool box,” ujar Djarot didampingi Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan saat menggelar Konferensi Pers, Senin (10/8/2020).

Disaat pemeriksaan di atas kapal, kondisi tidak memungkinkan dan keterbatasan personel sehingga Komandan kapal KP.XXX-2008 Bripka Dahlan Pellu mengambil kebijakan untuk mengamankan barang bukti bahan peledak dan dokumen kapal serta dua awak kapal ke pesisir Desa Bonabua guna meminta bantuan.

“Namun setelah kembali ke kapal KM Shohibusunnah telah melarikan diri,” terangnya.

Djarot mengaku hasil pemeriksaan dua orang tersangka yang diamankan diketahui, mereka memiliki peran masing-masing termasuk sebagai penyelam ketika bom atau bahan peledak sudah selesai dipakai.

“Pengakuan mereka katanya baru pertama kali,” akunya.

Sementara 12 orang lain termasuk Nahkoda kapal KM Shohibusunnah 001 telah ditetapkan sebagai Daftara Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Malut, diantaranya Sugianto selaku nakhoda kapal, Dargo, Wahyu, Fendy, Tomy, Panji, Mansyur, Asril, Asbin, Diman, Ilman dan Adang. Untuk  dua tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat (1) dan (3) UU nomor 12 tahun 1951 tentang Darurat, pasal 84 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan serta pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukumjan 9 tahun penjara. (*)

Pos terkait