Abrasi Pantai Rusaki 30 Rumah Warga di Morotai Timur

  • Bagikan

DARUBA – Sebanyak 30 rumah warga di Desa Buho-Buho dan Desa Hino Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, rusak parah akibat abrasi pantai dan dihantam ombak.

Salah Satu warga Desa Hino, Kuling mengatakan sejak sebulan terakhir abrasi mulai mengancam dua desa tersebut. Namun puncaknya terjadi pada saat air pasang dalam seminggu terakhir ini, hingga mengakibatkan 30 rumah terdampak. Bahkan ada sebagian rumah yang bagian dapurnya sudah rusak akibat dihantam air pasang.

“Kami mohon kepada Pemda Morotai agar bisa melihat kami, di sebagian Desa Buho-Buho dan Hino untuk bisa secepatnya dibuat talud penahan ombak,” pinta Kuling kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Hal yang sama juga diutarakan, salah satu anggota DPRD dari Fraksi Partai PDI-P, Hean Rakomole. Ia berjanji akan membantu warga yang terdampak untuk bisa mendapat bantuan dari pemerintah.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Dinas PU. Saya juga sudah meminta bantu ke teman-teman DPRD Provinsi Dapil Morotai, agar masalah abrasi di Desa Hino dan Buho-Buho itu juga bisa didorong di provinsi,” katanya.

Dari data yang ia punya, menurut Hean, pesisir pantai Hino dan Buho-Buho perlu dibangun talud penahan ombak sepanjang 1 km.

“Totalnya kan sekitar 2 km, sementara 1 km sudah dibangun, sisahnya itu yang saat ini terdampak abrasi,” jelasnya.

Terpisah Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PU-PR) Pulau Morotai, Abubakar R Rajak ketika dikonfirmasi mengatakan masalah abrasi di Desa Hino sudah diusulkan ke Kementrian PU-PR.

“Usulannya 400 meter dengan anggaran Rp 16 miliar,” ungkap Abubakar.

Skema pembangunannya, lanjut dia, akan dibuat seperti talud Buho-Buho yang dibangun Balitbang Kementrian PU-PR.

“Tapi ini volumenhya sedikit lebih kecil tapi dijamin aman. Kalau kita ikut model yang dibangun Balitbang nilainya terlalu besar karena dia per meter Rp 40 juta, kalau yang kita usul ini per meter dia Rp 20 juta,” tegasnya.

Abubakar menambahkan, semua talud yang dibangun di Pulau Morotai nantinya yakni mengggunakan model susun batu, tanpa menggunakan material beton. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut