PDIP Tantang AMR Rebut Rekom dari SM-MS

  • Bagikan
Ketua Bapilu dan Komunikasi Politik DPC PDIP Pulau Taliabu, Budiman L Mayabubun (Istimewa)

BOBONG –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pulau Taliabu, menantang bakal calon bupati dan wakil bupati dengan petahana Aliong Mus dan Ramli (AMR) merebut rekomandasi PDIP yang sudah ditetapkan ke pasangan calon Muhaimin Syarif – Safruddin mohalisi (SM-MS).

Ketua Bapilu dan Komunikasi Politik DPC PDIP Pulau Taliabu, Budiman L Mayabubun menegaskan rekomendasi PDIP yang telah dikeluarkan ke pasangan calon SM-MS berdasarkan hasil pemetaan geopolitik dan kepentingan nasional di daerah, tidak serta merta dikeluarkan begitu saja.

“Jadi saya tantang AMR bisa merubah balik dukungan PDI Perjuangan kepada mereka dari MS-SM atau tidak. Jika tidak, berarti ada proses kekeliruan berpolitik. Kita mestinya, lebih pada aspek membangun kerangka pembangunan daerah kedepan,” tukasnya.

Budi menyebutkan, pernyataan Aliong untuk merebut dukungan 6 Partai Politik (Parpol) ke MS-SM sama halnya dengan memandang remeh keputusan pimpinan partai.

“Ini kan anggap remeh, kira partai ini bisa mau atur seenanknya saja. Jangan berkaca pada Pak Rudi Erawan. Tapi, berkacalah pada diri sendiri bagaimana membangun daerah sehingga ini menjadi pertimbangan DPP mendukung dirinya. Kan begitu saja,” ujarnya.

Meskipu begitu, kata Budi, rekomendasi itu bisa berubah. Pastinya akan jatuh pada kader utama partai.

“Kalau ada perubahan, tidak akan jatuh ke orang lain. Pasti ke kader partai juga. Kan masih ada ketua DPC, Sri Susiana Dewi Sopamena, kenapa harus jatuh ke orang lain,” cibirnya.

Ia mengemukakan, dalam waktu dekat sebanyak 75 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah diumumkan akan dipanggil kembali ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memastikan kemantapan menjelang pendaftaran nanti.

“Mungkin besok surat panggilan itu dikeluarkan. Pemanggilan ini juga terkait dengan rekomendasi yang sudah dikeluarkan. Jadi, kita lihat hasilnya nanti,” terangnya.

Disentil apakah bisa berubah rekomendasi setelah adanya pemanggilan itu. Budi menegaskan, rekomendasi sudah selesai dan tinggal menunggu sekolah partai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP yang telah diumumkan pada tanggal 11 Agustus lalu.

“Prosesnya sudah jalan, dan tinggal menunggu sekolah partai. Janganlah membangun opini liar yang akan membingungkan masyarakat. Apalagi membuat citra partai kami rusak. Yah, pasti citra partai kami rusak kalau buang opini seperti ini di masyarakat,” tegasnya sembari berpesan agar Aliong berfikir membangun daerah diakhir sisa jabatan yang ada. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut