Bobol Brankas Milik Walikota Ternate, 4 Warga Halteng Diciduk Polisi

  • Bagikan
Salah satu pelaku pembobol brankas di Restoran Grand Fatma milik Walikota Ternate saat diciduk Resmob Direskrimum Polda Maluku Utara (Istimewa)

TERNATE – Komplotan pencuri yang diketahui merupakan warga dari Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) ini terbilang nekat. Meski mengetahui Restoran Grand Fatma yang terletak di Kelurahan Moya Kecamatan Ternate Tengah milik Walikota Ternate Burhan Abdulrahman, ke-4 pelaku tidak gentar mencuri dan membobol brankas di restoran tersebut. 

Aksi para pelaku terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV), sehingga sang pemilik yakni Walikota Ternate Burhan Abdulrahman langsung melaporkan ke Polda Maluku Utara (Malut), untuk diproses.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Malut, Kombes Pol Dwi Hindarwana mengatakan setelah menerima laporan, langsung dibentuk tim penyelidikan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan mengumpul bukti-bukti di TKP. Hasil rekaman CCTV terlihat para tersangka berhasil mengambil kotak amal dan brankas uang.

“Mereka masuk mencuri menggunakan cadar panjang untuk mengelabui kamere CCTV,” kata Dwi kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Para pelaku pembobol brankas di Restoran Grand Fatma milik Walikota Ternate (Istimewa)

Dwi menyebut, dari penyelidikan tersebut identitas para terduga pelaku diketahui sehingga langsung dilakukan penangkapan oleh Unit Tim Reserse Mobile (Resmob). Penangkapan pertama terhadap pelaku berinisial JM alias Abo warga Patani Kabupaten Halteng yang beralamat di Kelurahan Tafure Kecamatan Ternate Utara.

“Sementara tiga terduga pelaku lainnya ditangkap di tempat yang berbeda-beda, yakni untuk terduga tersangka berinisial Y (22) dan R (23) yang juga warga Patani Kabupaten Halmahera Tengah ditangkap di Kebun Cengkeh Kelurahan Moya. Keduanya sempat melarikan diri ke hutan tetapi berhasil ditangkap oleh anggota Resmob,” jelasnya.

Sedangkan satu orang pelaku berinisial B (36) ditangkap di lokasi area kerjanya di Restoran Grand Fatma. Dari penangkapan para terduga tersangka ini, diketahui otak utamanya yakni JM yang tak lain merupakan seorang residivis.

“Atas penangkapan ke empat terduga tersangka anggota Resmob juga berhasil menyita beberapa alat bukti diantaranya sejumlah uang, brankas, kotak amal dan linggis yang digunakan saat mencongkel brankas,” jelasnya.

Kini para terduga tersangka sedang diperiksa guna mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut