Jadi Tersangka, Walikota Ternate Diminta Copot Dirut PDAM

  • Bagikan
Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kader Bubu (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate, Abdul Gani Hatari kini menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Koperasi Tirta Dharma PDAM Ternate senilai Rp 3,7 miliar tahun 2013-2017. Agar kinerja di PDAM berlangsung normal, Walikota Ternate Burhan Abdurahman diminta segera mocopit Abdul Gani Hatari dari jabatan sebagai Dirut.

“Saya minta Walikota Ternate jangan menunggu proses sampai putusan pengadilan, karena Abdul Gani Hatari sudah ditetapkan tersangka, mulai hari ini copot dia dari jabatannya dan fokuskan pada proses hukum yang dijalani,” ungkap Akademisi Unkhair Ternate, Abdul Kader Bubu kepada KabarMalut, Jumat (28/8/2020),

Pria yang juga merupakan praktisi hukum ini mengaku status Abdul Gani Hatari sebagai tersangka seharusnya langsung dicopot dari jabatan sehingga fokus menghadapi proses hukum yang sedang menerpanya. Jika Walikota belum berhentikan dari jabatan Dirut PDAM, maka dipastikan bakal mengganggu kinerja pelayanan di PDAM.

“Dirut PDAM sudah seharusnya diberhentikan sementara, sampai putusan pengadilan. Selaku jabatan publik penting untuk dilakukan pengawasan secara ketat, menurut saya apa yang dilakukan Pemerintah Kota saat ini sangat lamban,” tegasnya.

Abdul Kader menyarankan Walikota Ternate, Burhan Abdurahman agar tidak menunda pencopotan dengan alasan karena belum ada keputusan hukum yang bersifat inkrah. Jika hal itu dilakukan, maka Walikota dinilai melindungi pejabat yang bermasalah dengan hukum.

“Walikota harus copot Dirut PDAM dari jabatannya, jika saat ini tidak mengelurkan surat pemberhentian terhadap Dirut PDAM, ini bisa dibilang Walikota melindungi, karena penetapan tersangka sudah ada biarkan dia fokus proses hukumnya,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut