Isu Ijazah Palsu di Pilkada Halsel Kian Menguat

  • Whatsapp
Spanduk propaganda yang digantung di pagar kantor Bawaslu oleh masa aksi (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Isu ijazah palsu yang dialamatkan kepada salah satu bakal calon Bupati Kabupaten Halmahera (Halsel) Usman Sidik makin kuat disuarakan. Hal ini dibuktikan dengan aksi yang dilakukan Aliansi Generasi Muda Togale dan Aliansi Peduli Demokrasi di depan kantor Bawaslu Halsel,  Selasa (8/9/2020).

Kedua Aliansi ini mendesak Bawaslu Halsel mengeluarkan rekomendasi ke KPU untuk memverifikasi dokumen ijazah milik bakal calon Bupati Usman Sidik yang diduga palsu. Menurut massa aksi, Usman Sidik diduga menggunakan ijazah palsu tingkat SMA pada saat mendaftar di KPU sebagai bakal calon Bupati Halsel tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Kordinator Aliansi Generasi Pemuda Togale, Amru Dotoru pada saat menyampaikan orasinya mengatakan selogan Bawaslu menolak politik uang dapat dilaksanakan masyarakat, tapi bagaimana dengan masalah ini (Ijazah palsu), bisakah Bawaslu berkomitmen membuka kembali masalah ini melalui rekomendasi kepada KPU Halsel agar prosesnya pembuktian dapat diketahui oleh masyarakat.

“Publik tahu benar atau tidak bahwa dugaan yang selama ini disangkakan itu benar ada atau tidak. Masyarakat Halmahera Selatan hanya mau ada kejelasan bawah berkas ijazah Usman Sidik itu asli atau palsu,” teriak Amru melalui pengeras suara.

Tuntutan kedua Aliansi ini kemudian direspon Bawaslu Halsel melalui Koordinator Devisi Hukum Pengawasan dan Penindakan (HPP) Asman Jamil. Asman dihadapan massa aksi menjelaskan, bawah pihaknya tetap menjalankan tugas sesuai prosedur. Kata Asman, Bawaslu telah membentuk tim untuk mendampingi KPU melakukan verifikasi dokumen syarat pencalonan dan calon para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Bawaslu telah membentuk tim mendampingi KPU melakukan verifikasi ijazah mulai dari hari ini. Bukan cuma ijazah, kami juga ikut memverifikasi berkas SK B1-KWK. Untuk ijazah tim kami sudah berangkat semalam, saya ditugaskan memverifikasi B1-KWK nanti,” ungkap Asman.

Terkait hal ini, bakal calon Bupati Usman Sidik jauh-jauh hari sudah mengklarifikasi bawa isu ijazah palsu yang disangkakan itu hanya isu murhan. Dirinya mengaku mampuh menghadapi isu tersebut karena tidak benar.

“Saya tidak bersalah apa-apa, itu hanya soal isu. Saya hanya konsen Pilkada karena banyak agenda. Itu hanya fitnah saya tetap konsen pilkada,” ujar Usman Sidik pada saat diwawancarai sejumlah wartawan di acara deklarasi Kamis (3/9) lalu. (*)

Pos terkait