Jadi Bandar Narkoba, Seorang IRT di Malut Diciduk Polisi

  • Whatsapp
Direktut Resnarkoba Polda Maluku Utara, Kombes Pol Setiadi Sulaksono didampinggi Kaur Mitra Bididang Humas, AKP Eksan dalam Konfrensi Pers di Mapolda Malut (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Maluku Utara (Malut) diamankan Polisi karena diduga menjadi bandara narkotika golongan satu. IRT berinisial YLA alias UL diciduk petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut pada Senin (7/9) kemarin.

Direktut Resnarkoba Polda Malut, Kombes Pol Setiadi Sulaksono mengatakan tersangka dirungkus di dalam lingkungan pelabuhan Semut Mangga Dua Ternate dengan barang bukti 2 sachet kecil diduga berisi Narkotika jenis Sabu dengan berat 1,22 gram.

Bacaan Lainnya

“Yang bersangkutan (YLA) ini adalah bandar dan barang tersebut rencananya akan di bawa ke Maba  untuk diedarkan di sana,” ungkap kata Setiadi didampinggi Kaur Mitra Bididang Humas, AKP Eksan dalam Konfrensi Pers di Mapolda Malut, Selasa (9/8/2020).

Selain IRT tersebut, Ditresnarkoba Polda Malut juga mengamankan 6 orang tersangka lain yang juga merupakan bandar dan pengguna narkoba, diantaranya masing-masing JIM alias Nal, RAI alias Rama, ADN alias Anto, AM alias Ari, RU alias Rinaldi dan FA alias Farasil.  Para tersangka diringkus pada lokasi dan waktu yang berbeda dengan jumlah barang buktui narkoba jenis sabu kurang lebih 5,72 gram, ganja 5,72 gram dan tembakau gorilla 24,32 gram.

“Penagkapan tersangka yang dilakukan merupakan tindaklanjut dari infromasi masyarakat yang diterima,” kata Setiadi.

Panangkapan para tersangka, lanjut Setiadi, pertama dilakukan yakni tersangka JIM alias Nal berlangsung di dalam kantor HMEX samping Toko Alfamidi Kelurahan Kayu Merah Ternate pada Rabu (19/8), dengan  barang bukti berupa dua sachet plastic kecil berisikan sabu seberat 1,2 gram, 1 dos warna cream, 1 pireks kaca, 1 korek api gas dan penutup bong. Di hari yang sama, anggota mengamankan tersangka lain yakni RAI alias Rama  yang diringkas di depan Hypermart Kelurahan Soa-sio Ternate dengan barang bukti, 9 sachet kecil diduga berisi sabu dengan berat 2,0 gram dan 1 buah pembungkus rokok sampoerna.

“Tersangka Nal dan Rama berperan sebagai pengguna,” akunya

Sementara tersangka AND alias Anto yang diduga juga merupakan salah satu bandar, diringkus petugas  bertempat di dalam pekarangan Kampus STIKIP Kie Raha Ternate Kelurahan Sasa, pada Selasa (25/8). Di tangan tersangka AND alias Anto diamankan barang bukti 1 paket berisi 22 sachet plastic kecil warna bening berisi ganja kering dengan berat 17,58 gram, 1 bongkahan batu sebagai pemberat, 1 bekas pembungkus rokok sampoerna yang diselip di atap seng kendang ayam yang berisi sachet plastic warna bening berisi  ganja kering dengan berat 1,32 gram dan 1 HP Samsung.

“Untuk tersangka AM alias Ari, diringksu pada Sabtu (29/8) bertempat di Jalan Universitas Padamara Desa Wari Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dengan barang bukti berupa, 1 bungkus sachet kecil sabu dengan berat 1,30 gram dan 1 HP merk Nokia Warnahitam. Yang bersangkutan (Ari) perannya sebagai pengguna,” jelasnya.

Selanjutnya untuk RU alias Rinaldi yang diringkus di depan rumah makan Artomoro Kompleks Cina Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo Minggu (30/8), juga berperan sebagai salah satu bandar narkoba di Halut. RU diamankan bersama barang bukti 158 paket kecil berisi daun kering ganja dengan berat 141,81 gram.

Tersangka terakhir yakni FA alias Farasil yang merupakan salah satu mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi yang ada di Malang diringkus Senin (31/8) bertempat di didepan jasa pengiriman barang J&T yang ada di Mangga Dua Ternate dengan barang bukti 3 sachet sedang plastic warna bening berisi tembakau gorilla dengan berat 24,32 gram.

“Tersangka membeli narkoba jenis tembakau gorilla melalui media social instagram oleh sesorang yang ada di Bandung,” pungkasnya. (*)

Pos terkait