Korupsi Pajak Kendaraan, Mantan Kepala dan Bendahara Samsat Haltim Ditahan

  • Whatsapp
Mantan Kepala dan Bendahara Samsat Halmahera Timur menandatangani surat penahana (Istimewa)

TERNATE – Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), resmi menahan mantan Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) berinsial ZA dan mantan Bendahara berinsial IKA. Penahanan ZA dan IKA karena menjadi tersangka atas dugaan korupsi anggaran pajak kendaraan tahun 2017 silam.

“Kerugian negara dugaan korupsi pajak kendaraan tahun 2017 di Haltim ini kurang lebih sebesar Rp 650 juta. Itu berdasarkan perhitngan Inspektorat Provinsi Maluku Utara,” kata Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga ujar Richard ketika dikonfirmasi KabarMalut, Kamis (10/9/2020).

Bacaan Lainnya

Mengenakan baju tahanan Mantan Kepala dan Bendahara Samsat Halmahera Timur digiring ke mobil tahanan (Istimewa)

Richrd menambahkan sebelum ditahan, kedua tersangka menjalani pemeriksaan oleh penyidik yang berlangsung selama 8 jam mulai pukul 11:00 WIT hingga pukul 17:00 WIT.

“Sebelum ditahan, mereka diperiksa terlebih dahulu sebagai tersangka,” jelasnya.

Kedua tersangka diduga dijerat dengan pasal 2 dan 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sekadar diketahui, laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Malut tahun 2017 UPTB Samsat Haltim tak menyetorkan sejumlah pajak kendaraan ke kas daerah (Kasda) sehingga berindikasi merugikan daerah.

BPK menemukan adanya selisih antara data pembayaran PKB dan BBN-KB yang telah dilakukan oleh pihak dealer dengan data setoran ke Kasda sebanyak 166 kendaraan senilai Rp 755.906.150. (*)

Pos terkait