Ratusan TKA Asal Cina Mulai Masuk Obi

  • Whatsapp
Kedatangan TKA Cina di bandara Oesman Sadik Labuha (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina mulai berdatangan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Ratusan TKA ini diangkut menggunakan dua unit pesawat reguler yakni Wings Air miliki maskapai PT Lion Air yang di carter langsung dari Mandado Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (17/9/2020).  Pesawat pertama yang tiba di bandara sekitar pukul 12:05 WIT, berselang 30 menit kemudian pesawat kedua ikut mendarat.

Setiba di bandara Oesman Sadik, satu per satu TKA ini menjalani pemeriksaan kelengkapan dokumen oleh pihak Imigrasi. Terlihat mereka menggunakan masker pada saat turun dari pesawat. Setelah diperiksa, para TKA ini langsung dijemput pihak management PT Wana Tiara Persada dan dikawal pihak TNI dan Polri.

Bacaan Lainnya

Penjemputan ratusan karyawan PT Wana Tiar Persada tak seperti penumpang pada umumnya melalui terminal kedatangan penumpang. Mereka langsung diangkut di areal kedatangan dengan 20 unit mobil mini bus yang sudah disiapkan pihak PT Wana Tiara Persada menuju pelabuhan speed boat di Desa Kupal Kecamatan Bacan Selatan untuk diberangkatkan ke lokasi perusahaan di Pulau Obi.

Kedatangan TKA Cina ini juga tidak diketahui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera (Halsel).

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Halsel, Salim Tajudin ditemui di lobi bandara mengaku, tidak ada koordinasi antara PT Wana Tiara Persada dan pihaknya. Padahal sebagai Dinas tehnis kedatangan TKA di daerah harus dilakukan koordinasi dari pihak perusahaan ke pemerintah daerah.

Dia menduga kedatangan 140 karyawan asing ini dilakukan secara diam-diam. Sebab, pihak PT Wana Tiara Persada melalui salah satu penanggung jawabnya Darma mengaku sudah mengirim surat melalui fax langsung ke Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Halsel, Fahri Nahar. Namun dirinya tidak menerima laporan atau informasi dari Fahri Nahar terkait surat fax tersebut.

“Kami sesali, kami tidak dilibatkan malah anggota polisi dan TNI yang dilibatkan. Informasi kedatangan TKA Cina ini kami tahu dari bocoran warga,” kata Salim.

Selain mengirimkan surat melalui fax, Salim mengatakan, pihak PT Wana Tiara Persada juga beralasan sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta.

“Kedatangan merek juga tidak menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak. Saya juga tidak melihat surat keterangan hasil swab,” sambungnya.

Ratusan TKA ini kata Salim, merupakan karyawan yang menjalani masa cuti sebelumnya, mereka kembali karena masa cuti sudah berakhir.

“Pa Darma bilang, mereka ini karyawan yang kembali dari cuti,” ucapnya.

Sementara pihak PT Wana Tiara Persada sendiri bisa dikonfirmasi, sebab setelah dilakukan penjemputan pihak managemen  langsung meninggalkan bandara tanpa merespon upayah konfirmasi ke wartawan yang pada menunggu di depan terminal penumpang.

Selain 142 karyawan asing (Cina) miliki PT Wana Tiara Persada, sekitar tanggal 1 September, 232 karyawan yang terdiri dari TKA dan TKI  yang masuk melalui bandara Oesman Sadik menggunakan tiga unit pesawat carter. (*)

Pos terkait