DKP Taliabu Keluhkan Banyak Kapal Nelayan dari Sulawesi Berburu Telur Ikan Terbang Tanpa Izin 

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Kapal Pengkapan Telur Ikan Terbang

BOBONG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengelukah banyaknya kapal nelayan dari Sulawesi melakukan pemburuan telur ikan terbang di Pulau Taliabu tanpa memiliki izin.

Kepala DKP Pulau Taliabu, Abrar Silia mengaku kapal nelayan penangkap telur ikan terbang dari Sulawesi ini sudah pernah ditertibkan dan disuruh kembali ke daerah asal mereka. Namun kini kembali masuk berburu telur ikan terbang di wilayah Kecamatan Taliabu Timur, Desa Penu, Tubang dan Parigi.

Bacaan Lainnya

“Kapal penangkap ikan itu beberapa waktu yang lalu kami sudah perintahkan untuk tidak menangkap ikan karena izin tangkap yang tidak ada. Tapi kami dapat informasi mereka malah kembali masuk di wilayah Taliabu Timur. Kalau mereka masih bersikeras kami akan gandeng Polairud untuk menindak tegas mereka,”  kata Abrar kepada sejumlah wartawan, Rabu (23/9/2020).

Abrar mengaku secara aturan laut Indonesia itu dikelola secara bersama, tetapi ada caranya yakni harus memiliki izin. DKP selaku instansi teknis sejauh ini belum mendapatkan izin usaha dari kapal pemburu telur ikan tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada  surat tembusan dari KTSP kepada kami untuk meninjau izin usaha kapal penangkap telur ikan,” tegasnya.

Guna menjaga Sumber Daya Alam (SDA) milik Pulau Taliabu, Abrar mengimbau masyarakat dan Pemerintah Desa  di Taliabu Timur untuk ikut memantau aktivitas kapal nelayan ilegal tersebut.  Jika masih melakukan penangkapan di perairan Pulau Taliabu, maka Pemerintah Desa harus mengambil langkah tegas mengusir mereka.

“Kalau dilihat dari sisi konservasi kelautan, jelas tindakan tersebut merusak dan mengancam keberlangsungan produksi ikan terbang. Telur ikan kan diambil oleh mereka dengan jumlah yang banyak,  masyarakat setempat  ambil ikannya, tentu telur dan ikan akan habis dan pendapatan masyarakat setempat saya pastikan merosot,” pungkasnya. (*)

Pos terkait