Paslon di Pilkada Pulau Taliabu Siap Disanksi Jika Langgar Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Penandatanganan pakta integritas Deklarasi Kampanye Damai (Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pulau Taliabu, Maluku Utara, mewanti-wanti Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pulau Taliabu tahun 2020 agar mentaati Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 13 tahun 2020.

PKPU itu mengatur tentang kampanye, salah satunya soal larangan pengerahan massa di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Bacaan Lainnya

Dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, Muhaimin Syarif-Safrudin Mohalisi (MS-SM) dan Aliong Mus-Ramli (AMR) menyatakan sikap siap menerima sanksi jika melanggar Protokol Kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan pakta integritas Penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, pada Deklarasi Kampanye Damai yang berlangsung di kantor KPU Pulau Taliabu, Jumat (25/9/2020).

Dalam Pakta Integritas yang ditandatangani kedua Paslo, tercantum 3 poin penting yang wajib ditaat bersama selama masa kampanye. Berikut isi pakta integritas:

Kami Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu tahun 2020 dengan ini menyatakan:

Mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan covid-19 pada setiap tahapan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU nomor 6 tahun 2020 yang telah diubah dengan Peraturan KPU nomor 10 tahun 2020 dan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwewenang

Mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pihak dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan tahun 2020.

Menerimah sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku apa bila melanggar peraturan mengenai Protokol Kesehatan pencegahan dan pengandalian Covid-19.

Ketua KPU Pulau Taliabu, Arisandi La Isa mengaku PKPU nomor 13 tahun 2020 baru saja dikeluarkan pada tanggal 24 tepatnya pada pencabutan nomor urut Paslon kemarin, sehingga KPU langsung menyusuaikan meskipun jadwal dan tahapannya sudah jalan.

“Kehadiran kedua Paslon dalam penanda tanganan pakta integritas yang disaksikan oleh Bawaslu, Polsek, Danramil, Kejaksaan dan DPRD ini untuk menciptakan kampanye damai, kampanye yang dapat menyampaikan visi-misi, menghindari politisasi SARA serta kampanye yang santun,” ungkapnya.

Ia menambahkan kehadiran kedua Paslon dan semua pihak pada kegiatan ini guna membuat satu kesepakatan bersama.

“Paling tidak pasangan calon harus melaksanakan kampanye sesuai dengan ketentuan UU dan peraturan yang berlaku,” ucapnya.(*)

Pos terkait