Pembahasan APBD-P 2020 Pulau Morotai Berakhir Ricuh

  • Whatsapp
Anggota Banggar DPRD Pulau Morotai, Fadli Djaguna saat menyerang Tim TAPD (Istimewa)

DARUBA – Rapat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2020, antara Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berakhir ricuh. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Rusmito Pawane memanas serta beakhir dengan nyaris ado jotos antara anggota Banggar dan TAPD.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, ketika Ketua DPRD Pulau Morotai Rusminto Pawane membuka rapat  mengatakan rapat ini untuk membahas kemaslahatan dan kepentingan banyak orang. Karena itu, Banggar meminta penjelasan resmi terkait APBD-P 2020 yang didalamnya terdapat rincian pinjaman Rp 200 miliar ke Pemerintah Pusat.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita atas nama Badan Anggaran meminta penjelasan resmi terkait alasan Pemerintah Daerah tidak mengajukan APBD Perubahan ke DPRD,” ungkap Rasmin saat membuka rapat yang berlangsung di ruang aula DPRD Pulau Morotai, Rabu (21/10/2020).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA) Pulau Morotai, Abjan Sofyan pun langsung menjelaskan APBD-P yang ditanyakan, bahkan Abjan mengaku secara normal sudah lakukan, tetapi begitu terjadi penyelamatan ekonomi nasional banyak regulasi yang berubah. Tetapi sebetulnya sudah disiap baik APBD-P maupun APBD 2021.

“Jadi pemanfaatannya ada, semua akan terserap dengan baik. Bahkan multiyears juga ada masjid raya, ekumene dan itu disetujui. Jadi hampir satu bulan kami melakukan koordinasi sehingga disetujui. Kami berkoordinasi soal regulasi, sehingga tidak keluar dari aturan,” jawab Abjan.

Rapat pembahasan pinjaman dan APBD-P 2020 antara Banggar DPRD dan TAPD Pulau Morotai (Istimewa)

Anggota Banggar DPRD Pulau Morotai, Fadli Djaguna pun langsung menggapi pengakuan Abjan dan menanyakan keberadaan dokumen APBD-P yang berisi pinjaman Rp 200 miliar. Sebab sejauh ini Sekda Muhammad M Kharie selaku Ketua TPAD mengaku tidak tahu dokumen tersebut.

“Kenapa hanya Bupati dan Bappeda saja yang tahu, padahal Sekda adalah Ketua TAPD? Saya bisa bayangkan dokumen APBD Perubahan itu hanya disusun oleh Kepala Bappeda dan Bupati. Yang kedua, apa urgensinya APBD-P disusun di luar Morotai,” ucap Fadli sambil tanya.

Abjan pun menjawab, dokumen APBD-P jauh sebelumnya sudah disusun oleh Bappeda bersama SKPD dan TAPD.

“Sudah ada pembahasan dengan TAPD, Keuangan dan saya sendiri yang susun,” jelasnya.

Merasa tidak puas dengan jawaban Abjan, politisi PAN ini kembali bertanya keberadaan dokumen dimaksud ada dimana, karena tidak bisa dijelaskan. Sebagai anggota Banggar harus tahu isi dari refocusing, kalau itu disusun bersama, minimal dijelaskan. Banggar juga harus tahu APBD-P isi dari refocusing dimana lantas selama apa yang dibahas.

“Kerja-kerja kalian apa?,” kata Fadli dengan nada suara mulai meninggi.

Mendengar penyataan tersebut, Abjan pun dengan menjawab dengan santai.

“Tidur,” jawab Abjan.

Jawaban Abjan itu membuat Fadli naik pitam. Fadli langsung melempar mikrofon ke arah Abjan bahkan membanting meja di depannya hingga semua gelas dan piring ikut pecah. Tak hanya itu, politikus muda itu langsung merangsek maju hendak menyerang Abjan, namun para koleganya bergerak cepat melerainya.

Kericuhan ini berlangsung kurang lebih 10 menit. Selama itu pula, Fadli terus memburu Abjan yang diamankan rekan-rekannya.

Perlu diketahui, rapat dipimpin Ketua DPRD Rusmito Pawane dihadiri anggota DPRD Rasmin Fabanyo, Denny Garuda, Mahmud Kiat, Irwan Soleman, Hean Rakomole dan Suhari Lohor. Sementara dari tim TAPD terdiri dari Muhammad M. Kharie (Ketua TAPD),  Abjan Sofyan, Ahmad Umar Ali dan  Suriyani Antarani. (*)

Pos terkait