Polisi Ciduk Dua Kurir Narkoba Jaringan Lapas Ternate

  • Bagikan
Polres Ternate memperlihatkan tersangka dan barang bukti pengungkapan dua tersangka kurir narkoba jaringan Lapas Kelas IIA Ternate (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Peredaran narkoba yang dikendalikan warga binaan Lapas Kelas IIA Ternate, Maluku Utara, kembali diungkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate. Dua kurir narkoba jaringan Lapas Kelas IIA Ternate masing-masing inisial II alias Ifan (21) warga Kelurahan Indonesiana, Kota Tidore Kepulauan dan MA alias Alfa (21) warga Desa Were, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, berhasil diciduk Polisi.

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada mengaku pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan tersangka II alias Ifan saat menjemput paket kiriman di kantor Pos Bastiong Ternate dengan gerak gerik yang mencurigakan sekitar pukul 16:30 WIT Selasa (12/1) lalu.

“Saat hendak diamankan, pelaku kelihatan gugup dan ketakutan. Anggota kami lalu menanyakan apa yang dilakukan pelaku dan pelaku menyampaikan sedang mengambil paket kiriman yang dikirim dari Kota Medan,” kata Aditya didampinggi Kasat Narkoba AKP Bahrun Hi Syaban dan Kasubag Humas IPDA Wahyudin, saat Konferensi Pers, Jumat (15/1/2021).

Tersangka kemudian diamankan Tim Opsnal Satresnakoba bersama dua paket kiriman berukuran besar berwarna merah yang berisi narkotika jenis ganja dan lima sachet plastic bening berukuran kecil yang berisi narkotika jenis sabu.

“Tersangka mengaku diminta oleh temannya yang bernama Opal yang saat ini sedang menjalani hukuman kurungan penjara di Lapas Kelas IIA Ternate untuk mengambil paket kiriman tersebut. Pengkauan pelaku bahwa paket kiriman tersebut akan dibawa ke Kota Tidore untuk diperjual belikan di sana,” jelasnya.

Saat dilakukan pengembangan, kembali ditemukan sepuluh sachet plastik bening berukuran besar berisi narkoba jenis ganja yang disimpan tersangka di rumahnya di Kota Tidore Kepulauan. Pengakuan tersangka bahwa narkoba tersebut sisa dari sebelumnya yang belum terjual diambil pada Desember 2020.

“Jadi yang sudah terjual sebanyak dua sachet plastic bening berukuran besar dan seratus sachet plastic bening berukuran kecil yang diedarkannya di wilayah Kota Tidore,” terangnya.

Dihari yang sama, tepat pukul 18:00 WIT, tersangka Alfa di terminal Pasar Bastiong dengan membawa sebuah bungkusan plastik bening ukuran besar yang berisi narkotika jenis ganja yang disimpan dalam tas noken warna cokelat miliknya. Setelah diintrogasi, tersangka mengaku narkoba jenis ganja tersebut diambil atas permintaan temannya berinisial WA alias Wahyu yang saat ini mendekam di Lapas Kelas IIA Ternate.

“Barang tersebut diambil diambil di samping lapangan Futsal Kelurahan Soa-Sio, Kota Tidore yang akan diserahkan ke salah satu teman Wahyu di Kota Ternate yang belum dikenalnya,” tukas.

Tersangka juga mengaku masih menyimpan narkoba di kosannya di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate.  Saat diperiksa, benar satu sachet plastik bening ukuran kecil berisi narkoba jenis sabu disimpan di dalam lemari pakaian meliki tersangka.

Dari tangan kedua tersangka ini, total barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat dua kilo lebih dan sabu seberat 4,26 gram. Perbuatannya kedua pelaku diancam pidana dengan pasal 111 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 4 sampai 20 tahun. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut