Kejati Siap Lidik Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pilkada Halsel

  • Bagikan
Kantor Kejati Maluku Utara (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) menyatakan siap menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran Pilkada Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2020 senilai Rp 52 miliar. Terutama terkait anggaran persiapan menghadapi sengketa hasil Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang habis sebelum pendaftaran sengketa.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengaku jika ada laporan atau pengaduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Pilkada Halsel, maka Kejati siap  melakukan penyelidikan.

“Kalau da laporan, kita pelajari dan ditindak lanjuti laporan tersebut,” kata Richard ketika dikonfirmasi KabarMalut, Rabu (20/1/2021).

Richard menyebutkan, tidak ada laporan yang tidak diproses Kejati, baik berupa laporan atau pengaduan. Namun hingga sejauh ini, Kejati belum mandapat laporan atau pengaduaan terkait persoalan tersebut.

“Jadi pada perinsipnya, jika ada laporan kami siap tindak lanjuti,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut sangat jelas terjadi, KPU Halsel, dimana dari Rp 52 miliar anggaran Pilkada terdapat Rp 2 miliar yang diperuntukkan menghadapi sengketa hasil Pilkada di MK. Namun anggaran tersebut telah dialikan KPU untuk membayar pengganti uang transportasi PPS dan KPPS saat ke Labuha melakukan rapid test. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut