Pekerjaan Proyek Fasilitas Pendukung Swering Sanana Diragukan, Komisi III Minta Uji Petik

  • Bagikan
Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Sula, Ladidi Leko (Fahrul/KabarMalut)

SANANA – Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, meragukan hasil pekerjaan fasilitas pendukung swering Sanana. Pasalnya, proyek yang telah menghabiskan anggaran daerah senilai Rp 4 miliar lebih itu, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan.

“Kami ragu dengan hasil pekerjaan yang ada, sebab dalam amatan kami ada item pekerjaan tertentu yang tidak sesuai RAB,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kepsul, Lasidi Leko usai peninjauan, Rabu (10/3/2021).

Menurut Lasidi, proyek itu, bukan hanya belum tuntas dikerjakan, namun landasan bangunan juga tidak kuat, papan yang digunakan sebagai lantai pada bangunan tersebut juga diduga menggunakan kayu kelas dua. Tak hanya itu, meski baru dikerjakan belum lama ini, nampak beberapa item pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan, mulai rusak.

“Belum digunakan saja ada fasilitas yang sudah rusak, ini menunjukan pekerjaan tidak benar,” tegas Lasisi.

Olehnya itu, lanjut Lasidi, untuk memastikan satu persatu item pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai RAB atau tidak, Komisi III akan  menggandeng Kepolisian, Kejaksaan dan BPKP untuk melakukan uji petik terhadap proyek tersebut.

“Anggaran daerah yang digelontorkan untuk pekerjaan itu nilainya miliaran rupiah. Sehingga harus dilakukan uji petik untuk memastikan kualitas satu persatu item pekerjaan tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, pekerjaan proyek ini dikerjakan mulai tahun 2019 lalu oleh PT Permata Membangun dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 1,4 miliar. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 oleh CV Sarana Mandiri dengan nilai kontrak nilai kontrak Rp 2,6 miliar. (fp/*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut