14 Karya Budaya Malut Raih Sertifikat WBTB Indonesia

  • Bagikan
Foto bersama Perwakilan Daerah di Indonesia menerima sertifikat WBTB Indonesia dari Kemendikbud RI di Jakarta. (Istimewa)

SOFIFI – Sebanyak 14 Karya Budaya di Maluku Utara (Malut), ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2021 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Imam Makhdy Hasan pun menerima langsung 14 Sertifikat WBTB Indonesia dari Kemendikbud.

Penerimaan penghargaan 14 sertifikat WBTB Indonesia berlangsung pada kegiatan Pertemuan Pemangku Kepentingan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2021 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/3) kemarin.

Kepala Dikbud Malut, Imam Makhdy Hassan mengatakan Karya Budaya yang ditetapkan sebagai WBTB Indonesia itu memeliki konsekwensi logis bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melestarikannya dengan cara mengalokasikan anggaran lewat Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) di setiap kabupaten/kota yang mendapat karya budaya tersebut.

Selain itu, Imam menambahakan, APBD Provinsi juga ikut dialokasikan agar supaya WBTB Indonesia asal Malut tersebut bisa dipromosikan di pusat, baik melalui ruang apresiasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) maupun dipromosikan pada even Pekan Depan Kebudayaan Nasional.

“Karena setiap daerah pengusul akan diminta laporan periodik penetapan WBTB Indonesia, dimana didalamnya memuat tentang upaya-upaya pelestarian yang dilakukan,” kata Imam kepada KabarMalut, Selasa (16/3/2021).

Kepala Dikbud Maluku Utara, Imam Makhdy Hasan pada acara Pertemuan Pemangku Kepentingan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2021 (Istimewa)

Lanjut Imam menambahkan, pihaknya juga akan berupaya untuk melanjutkan promosi WBTB Indonesia asal Malut tersebut sebagai warisan budaya dunia di organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNISCO) agar WBTB Malut diketahui dan dikenal oleh semua negara-negara di dunia.

“Selanjutnya upaya pelestarian WBTB yang sudah terdaftar itu harus jelas indikatornya, baik berupa penetapan sebagai Muatan Lokal yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD) sampai pada tinggat SMA, maupun bagi Komunitas Budaya untuk dilestarikannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dikbut Malut, Darwin A Rahman yang juga mendampingi Kedikbud Malut dalam penerimaan penghargaan tersebut mengatkan bahwa sertifikat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI) itu akan diserahkan langsung oleh Kadikbud Malut kepapada para kepala daerah dalam hal ini Bupati dan Walikota yang karya budayanya telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, baik di kabupaten/kota maupun provinsi yang  telah berpartisipasi dalam kegiatan pendaftan WBTB ini, dan bagi kabupaten/kota yang lain dapat mengambil bagian di tahun-tahun mendatang,” ucap Darwin.

Untuk diketahui, 14 Karya Budaya Malut yang ditetapkan sebagai WBTB Indonesia diantaranya, Kabupaten Halmahera Selatan 6 karya yakni, Batijakakang Lecak, Dendang Cobolala, Batu Bacan, Tari Togal, Popas Lipu dan Arungi Nusa.

Selanjutnya, Kabupaten Kepulauan Sula dengan 3 karya yakni, Coklat Sulamina, Tari  Denge-denge dan Amal Lai Hia Fai. Kabupten Halmahera Tengah dengan 2 karya diantaranya, Tari Lala dan Coka Iba. Kota Tidore Kepulauan dengan 2 karya yakni, Paca Goya dan Kabata Tidore. Kemudian Kota Ternate dengan 1 karya yakni, Kololi Kie Mote Ngolo. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut