UN Ditiadakan, Dikbud Halsel Ambil Langkah Menentukan Kelulusan Siswa

  • Bagikan
Sekretaris Dikbud Halmahera Selatan, Umar Iskandar Alam (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI secara resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomo 1 tahun 2021 yang meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2020-2021. Menindaklanjuti Surat Edaran Mendikbud, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengambil langkah untuk menentukan kelulusan siswa.

Sekretaris Dikbud Halsel, Umar Iskandar Alam mengatakan peserta didik bisa dinyatakan lulus ujian apabila telah melaksanakan seluruh rangkaian proses belajar mengajar. Penetapan kelulusan itu dinilai dari nilai lapor per semester, ditambah dengan ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan atau sekolah.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan tidak ada pelaksanaan ujian di sekolah maka, Dikbud Halsel mengambil langkah membuat penyusunan kisi-kisi soal ujian sekolah mengacu dengan perkumpulan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam rangka menyusun soal ujian sekolah.

“Soal ujian sekolah ini yang dijadikan dasar Dinas Kabupaten/Kota  mendistribusikan ke satuan pendidikan.  Sehingga pelaksanaan ujian di mata masyarakat itu pelaksana ujian jalan. Walaupun ada pentiadaan ujian nasional,” ungkap Umar ketik ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/3/2021).

Umar mengaku, hal ini dilakukan untuk mendapatkan akumulasi nilai lapor per sementara peserta didik ditambah dengan akumulasi nilai yang ditempatkan oleh Dinas Pendidikan berdasarkan hasil dari ujian sekolah.

“Itu yang menentukan tingkat kelulusan yang dituangkan dalam ijazah itu,” ujarnya.

Ujian sekolah yang dilaksanakan, lanjut Umar, mencakup tiga poin penilaian yakin, pertofolio, penugasan dan tes lurin atau daring atau bentuk lain yang dilaksanakan satuan pendidikan. Poin ketiga luirn atau daring, kata Umar, pihak Dikbud mengambil langkah untuk membuat naskah soal ujian yang disusun oleh tim KKG bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan (MBMP) bagi peserta didik tingkat SMP.

“Sehingga bahan itu dicetak dijadikan satu bahan soal di satuan pendidikan yang nantinya didistribusikan ke satuan pendidikan dalam rangka pelaksanaan ujian sekolah. Supaya capaian kelulusan siswa itu bisa terukur,” tukasnya.

Pihak Dikbud juga mendorong agar proses ujian sekolah ini dilakukan secara tatap muka. Namun pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam rangka mengambil keputusan, untuk menyiapkan edaran terkait ujian tatap muka.

“Kami berkoordinasi dulu dengan pihak Dinas Kesehatan. Pada saat ujian tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Umar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut