Masyarkat dan Mahasiswa Demo Minta Pemda Kepsul Tunda Pilkades

  • Bagikan
Masyarakat dan Mahasiswa LMND) saat menggelar aksi di depan Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Fahrul/KabarMalut)

SANANA – Sejumlah Masyarakat dan Mahasiswa yang tergabung dam Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND), menggelar aksi di depan Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul untuk menunda seluruh tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang sementara berlangsung saat ini.

Pantau Kabar Malut, Kamis (25/3/2021), puluhan masa aksi dengan menggunakan satu unit mobil truk dilengkapi sound system serta umbul-umbulini, mengaku pelaksanaan tahapan Pilkades yang sementara berlangsung saat ini, terkesan dipaksakan. Sebab, bukan hanya petunjuk teknis yang tidak disiapkan oleh Pemda, anggaran untuk melaksanakan hajatan demokrasi di tingkat sampai saat ini juga tidak jelas. Maka itu, masa aksi meminta tahapan Pilkades segara ditunda dan panitia siapkan perangkat teknis lebih matang.

“Berdasarkan kajian kami, Pilkades ini dipaksakan, karena petunjuk teknis juga tidak ada, bimbingan teknis untuk panitia juga tidak dilakukan, anggaran juga sampai sekarang tidak jelas. Untuk itu kami minta ditunda dan panitia siapkan hal-hal teknis lebih matang,” ungkap Ketua LMND Eksekutif Kepsul, Junaidi Peuleu.

Panitia Pilkades tingkat Kabupaten yakni Kabag Pemerintahan Setda Kepsul Aswin Suamole selaku Sekretaris Panitia didampingi Kabag Hukum Sarbin Sapsuha dan Sait Losen, langsung menemui masa aksi dan berdialog. Dalam dalam dialog itu, suasana terlihat panas, ketika beberapa masyarakat yakni, Junaidi Umasangadji dan mantan Ketua BPD Desa Kou dan salah satu Bakal Calon Kades mencecar beberapa pertanyaan terkait tahapan pelaksanaan Pilkades yang tidak sesuai aturan.

“Kami mendaftar, tidak ada satupun berita acara yang disiapkan oleh Panitia,” katanya.

Sementara itu, Sait Losen mewakili panitia pada kesempatan itu mengatakan tidak ada alasan Pilkades ditunda, masalah yang disampaikan oleh pendemo, hanya masalah teknis yang tidak mengganggu tahapan. Bahkan lanjut Sait, proses verifikasi berkas bakal calon saat ini telah selesai dilakukan. Sedangkan anggaran, sudah siap dan tinggal menunggu proses pencairan.

“Alasan apa kita tunda Pilkades, semua siap, anggaran juga ada, masalah yang disampaikan, ini hanya masalah teknis di desa yang bisa diselesaikan,” singkat Sait. (fp/*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut