Polda Malut Pertimbangkan Penahanan Direktur PT Kristi Jaya

  • Bagikan
Tersangka kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi jembatan Air Bugis di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, inisial IH (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) bakal pertimbangkan penahanan Direktur PT Kristi Jaya (KJA), berinisial IH yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi jembatan Air Bugis di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2017.

“Saat ini belam kita tahan, akan dipertimbangkan oleh penyidik untuk penahanannya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Alfis Suhaili ketika dikonfirmasi KabarMalut, Rabu (7/4/2021).

Alfis menunturkan, berkas saat ini masih dalam proses penyusunan dan penelitian kelengkapan administrasi penyidikan oleh penyidik sebelum dilimpahkan ke Jaksa.

“Iya, berkas akan kita kirimkan ke Jaksa, kalau sudah selesai pemberkasan akan segera dikirimkan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Ditreskrimsus Polda Maluku Utara menetapkan dua orang tersangka yakni inisial HT yang saat ini telah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu, sehingga langkah penyidik adalah menghentikan sesuai ketentuan hukum, dan inisial IH akan segera dilengkapi berkasnya dan segera dikirim ke JPU.

Kedua tersangka disangkakan yakni Pasal 2 ayat (1) subsider pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 yang diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut