Korupsi ADD dan DD, Kades dan Bendahara Sosowomo Berpotensi Jadi Tersangka

  • Bagikan
Kepala Kejari Halmahera Tengah, Yuana Nurshiyam (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Dalang dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, mulai terungkap. Sang Kepala Desa (Kades) dan Bendara Desa pun berpotensi jadi tersangka.

Kepala Kejari Halteng, Yuana Nurshiyam mengaku kini telah mengantongi dua nama calon tersangka pada dugaan korupsi ADD dan DD Desa Sosowomo tahun 2018-2019 senilai Rp 1,8 miliar ini.

“Calon tersangka inisial RL sebagai Kades dan OB sebagai Bendahara,” kata Yuana ketika dikonfirmasi di kantor Kejati Malut, Kamis (8/4/2021).

Meski demikian, Yuana mengatakan penetapan tersangka akan dilakukan setelah adanya audit perhitungan kerugian negara. Sehingga kini penyidik masih menunggu hasil audit yang sedang berlangsung.

“Kita mau menentukan tersangka nanti menunggu setelah kita dapat hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat baru kita tetapkan tersangka,” tegasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, Yuana menyebutkan penyidik telah memeriksa sebanyak 35 orang saksi yang terdiri dari pemerintah desa, masyarakat dan pihak ketiga.

Di tahun 2018-2019, terdapat alokasi anggaran untuk pembuatan lapangan sepak bola, rumah adat, baju adat, beasiswa dan rumah ibadah.

“Namun fakta di lapangan banyak yang tidak dibuat, yang salahgunakan adalah mereka Kades dan Bendahara,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut