Mantan Kepala DPMD Morotai Akui Pernah Cairkan Anggaran BUMDes

  • Bagikan
Mantan Kepala DPMD Pulau Morotai, Basri Bamaya diwawancarai di kantor Kejari Kepulauan Morotai (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai, Basri Hamaya mengaku saat menjabat tahun 2017-2018, ia pernah mencairkan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 400 juta dari total dana Rp 5 miliar.

Sebelum pencairan, desa-desa yang sudah memiliki BUMDes dilatih kurang lebih ada 4 kali, sehingga usai pelatihan terdapat beberapa BUMDes mengajukan rencana bisnis.

“Waktu itu kita menganggap mereka juga mau melaksanakan kegiatan BUMDes, akhirnya saya dicairkan,” kata Basri kepada wartawan usai pemeriksaan di Kejari Kepulauan Morotai, Jumat (9/4/2021).

Namun pencairan anggaran pernyertaan modal kepada BUMDes yang bertujuan untuk menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) ini tidak mendapat respon positif dari Bupati Pulau Morotai, Benny Laos sehingga dirinya ditegur bupati.

“Mungkin dari situ pak bupati menganggap saya tidak konsisten, tidak bisa ada kesepahaman dengan beliau sehingga muncullah WA beliau,” jelasnya.

Anggaran Rp 400 juta yang dicairkan tahun 2017, lanjut Basri, dibagikan ke 4 BUMDes dengan masing-masing BUMDes mendapat Rp 100 juta.

“Tahun 2017 penempatan dana Rp 5 miliar, saya baru cairkan 4 BUMDes, per BUMDes Rp 100 juta ada BUMDes Daruba, Darame satu lagi saya lupa, dan itu dicairkan pengurus BUMDes,” tegasnya.

Basri mengaku pencairan anggaran BUMDes secara aturan tidak membutuhkan rekomendasi dari DPMD, hanya saja rekomendasi yang sering dilakukan DPMD tujuannya hanya untuk  mengontrol anggaran. Pencairan anggaran pun dilakukan langsung Kepala Desa, karena anggarannya masuk di rekening desa.

“Anggaran BUMDes Kades langsung cairkan bukan dari saya, karena itu kewenangan desa, waktu sebelum 2019 melalui Kasda 7 hari, setelah 7 hari dia harus masuk ke rekening desa,” pungkasnya.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut