Polres, Kejari dan Kodim 1509/Labuha Tunggak Tagihan Air Ratusan Juta

  • Bagikan
Plt Direktur PDAM Halmahera Selatan, Shuwiyarno (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA –  Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kejaksaan Negeri dan Kodim 1509/Labuha menunggak tagihan air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mencapai Rp 200 juta.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur PDAM Halsel, Shuwiyarno mengatakan tunggakan terbesar ada di Polres. Di Barak Remaja tunggakan kurang lebih Rp 80 juta, di perumahan perwira kurang lebih Rp 50 juta.

Selain di Polres Halsel, tunggakan air juga dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha dan Kodim 1509/Labuha. Di Kejari tunggak pembayaran selama 40 bulan dengan jumlah tagihan Rp 30 juta. Di Kodim 1509/Labuha juga kurang lebih Rp 40 juta tunggakan yang harus dibayar ke PDAM. Akibat dari ulah ketiga lembaga vertikal ini, PDAM mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta lebih.

“Kami sudah tagih, namun mereka beralasan orang yang menunda pembayaran sudah pindah tugas. Jadi mereka tidak mau bayar,” tuturnya Shuwiyarno ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/4/2021).

Di tiga tahun terakhir ini laba rugi PDAM mencapai miliaran rupiah. Di tahun 2018 laba rugi PDAM sebesar Rp 4 Miliar, 2019 Rp 5 miliar dan 2020 Rp 5 miliar lebih.

“Kami rugi terus. Selain tunggakan, harga air per meter kubik sangat murah sehingga pendapatan tidak maksimal,” ujarnya.

Kapolres Halsel, AKBP M Irvan mengatakan, pihaknya sementara ini masih melakukan revisi dan pengajuan anggaran untuk pembayaran tunggakan di PDAM.

“Nanti jika sudah di acc akan dibayarkan. Karena untuk barak Dalmas itu memang tidak dimasukkan anggaran airnya,” kata M Irvan.

Kapolres juga membantah, tunggakan tagihan air di Asram Polres Halsel.  Menurut dia, tunggakan pembayaran air hanya terdapat di Barak Dalmas.

“Kalau perumahan Asrama tidak ada masalah,” ujar M Irvan.

Sementara itu, Kepala Kejari Labuha Fajar Haryowimbuko mengaku di kantornya tidak ada tunggakan pembayaran air. Begitu juga di Asrama Kejari yang berbeda di sisi kanan kantor.

“Tidak ada tunggakan air. Di asrama juga sudah dibayar,” tukasnya.

Selain keduanya, Dandim Kodim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno dikonfirmasi menjelaskan sesuai ketentuan, pembayaran dilakukan oleh Satuan TNI-AD di Kodam. Dirinya juga menepis jumlah tagihan yang yang dicatat PDAM senilai Rp 30 juta. Sebab, dirinya baru saja menjabat sebagai Dandim 1509/Labuha.

“Tapi saya kira juga tidak mungkin sebanyak itu semasa jabatan saya yang baru 7 bulan ini. Ada kemungkinan ini adalah tunggakan dari pejabat lama,” cetus Untung.

Untung juga menelusuri dan berkoordinasi dengan PDAM terkait tunggakan tersebut. Karena belum pernah ada informasi secara lisan dan tulisan (surat resmi) kepada Kodim selama dirinya menjabat. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut