Dalami Kasus Rumah Ibadah, Lima Orang Dimintai Keterangan oleh Kejati Malut

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Malut tahun 2019.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengaku dalam pengumpulkan data dan bahan keterangan (Pulbaket), sebanyak lima orang telah dimintai keterangan.

“Orang-orang yang sudah dimintai keterangan itu sudah lima orang, salah satunya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek rumah ibadah Desa Leleo Jaya, Kecamatan Kasitura Timur, Halsel tersebut,” kata Richard  saat dikonfirmasi, Rabu (28/4/2021).

Kini penyidik terus malakukan pendalaman dan akan kembali memintai klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui persoalan tersebut. Tak menuntup kemungkinan, lanjut Richard, mantan Kepala Disperkim Malut juga bakal dimintai keterangan.

“Kita butuh keterangan, kita akan panggil mantan Kadis Perkim untuk dimintai keterangan terkait permasalahan rumah ibadah tersebut,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pekerjaan proyek pembangunan rumah ibadah Masjid Desa Leleo Jaya dikerjakan dalam dua tahap, tahap pertama dikerjakan oleh CV Modern Maju Membangun tahun 2018 dengan biaya Rp 804.492.000 dan tahap kedua dikerjakan CV Fikram Putra tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp 784.298.000 yang bersumber dari APBD Malut.

Namun meski sudah menghabiskan anggaran Rp 1, 5 miliar lebih, pekerjaan belum juga selesai, bahkan ketika Pansus DPRD Malut melakukan pengecekan di lapangan, ditemukan fakta yang berbeda dengan laporan progres pekerjaan yang diterima DPRD. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut