Status Kasus Proyek Tambatan Perahu di Desa Dagasuli Naik Penyidikan

  • Bagikan
Kepala Kejari Hamahera Utara, Agus Wirawan (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), resmi meningkatan status kasus dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan proyek tambatan perahu di Desa Dagasuli Kecamatan Loloda Kepulauan, Halut, tahun anggaran 2016 dari penyelidikan ke tahap penydikan.

Kepala Kejari Halut, Agus Wirawan mengatakan kasus dugaan korupsi tambatan perahu senilai Rp 1,2 miliar lebih itu kini sudah ditingkatkan ke penyidikan. Sehingga penangangnya juga telah diserahkan dari Intel ke Pidsus.

“Kalau di Pidsus kami sudah periksa sebanyak 7 orang,” kata Agus ketika dikonfirmasi, Senin (3/5/2021).

Agus menyebutkan, waktu dirinya bertugas di Kejati Halut, kasus tersebut masih ditangam oleh Intel karena masih pulbaket pul data. Setelah ditemukan data pendukung adanya perbuatan pidana, maka statusnya ditingkatkan ke penyidikan.

“Setelah itu saya dapat langsung di ekspos kemudian pemeriksaan ini kita sudah dapatkan dan sekarang kasus tersebut masih proses audit investigast dan BPKP,” tandasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut