Belum Setahun Sudah Rusak, DPRD Morotai Minta Inspektorat Audit Kapal Pariwisata

  • Bagikan
Anggota DPRD Pulau Morotai Fraksi GAN, Irwan Soleman (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Bantuan kapal pariwisata dari Pemerintah Pusat (Pempus) ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dikabarkan mulai mengalami kerusakan mesin, sehingga tidak bisa melayani wisatawan saat libur Idul Fitri kemarin. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai pun mendesak Inspektorat segera mengaudit penggunaan anggaran kapal yang usianya belum cukup setahun tersebut.

“Jika itu dalam tanda kutib benar kapal tersebut diberikan oleh Pempus tapi toh misalnya ada anggaran-anggaran lain dalam rangka mendatangkan kapal itu, misalnya dari aspek penggaran kapal itu jika menggunkan APBD, maka saya pribadi menyampaikan agar lembaga Inspektorat turun mengaudit itu. Inspektorat Morotai harus turun memeriksa itu, karena usia kapal itu masih baru kok rusak, artinya tidak semua pembiayaan yang diberikan oleh Pempus itu,” ungkap anggota DPRD Pulau Morotai Fraksi Gerakan Amanat Nasional (GAN), Irwan Soleman kepada KabarMalut, Jumat (21/5/2021).

Irwan menegaskan kapal yang dipergunakan untuk kepentingan masyarakat hendak ke pulau dan ke tempat wisata itu, jika benar-benar rusak sehingga tak bisa difungsikan melayani wisatawan saat musim liburan, merupakan alasan yang kekanak-kanakan dan tidak masuk akal.

“Alasan yang tidak masuk akal dan memalukan nanti ada kegiatan para pejabat baru digunakan, tapi ada libur-libur seperti ini yang masyarakat berharap untuk tumpangi tidak digunakan, itu kapal pariwisata ataukah kapal milik sekolompok itu,” tegasnya.

Publik Maluku Utara mengetahui jika pengelolaan pariwisata di Pulau Morotai termasuk dengan fasilitas transportasi untuk wisatwan cukup memadai. Namun faktanya tidak berbading lurus dengan kenyataan belakangan ini.

“Kampanye atas fasilitas yang memadai di Morotai itu menurut saya sebatas hoax itu, kenapa hoax karena apa diopinikan Pemda ke publik itu secara fakta momentum liburan lebaran itu ternyata fasilitas transportasi itu tidak digunakan oleh Pemda,” pungkasnya.

Sebelumnya Pemda Pulau Morotai mendapat bantuan kapal dari Pempus sebanyak tiga unit yakni Dodola Expres, Bahana Nusantara dan Kolorai.  Ketiga kapal ini diperuntukan untuk transportasi laut antar pulau maupun mengangkut wisatawan yang hendak ke tempat wisatawa di Pulau Morotai.

Namun kapal tersebut pada saat liburan Idul Fitri warga yang hendak ke tempat wisata tidak sama sekali dari dinas terkait mengoperasikan dengan alasan rusak dan belum punya izin. Padahal belum lama ini terlihat sejumlah pejabat menggunakan berwisata di Pulau Dodola. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut