Tunda Pilkades, Pemda Morotai Alihkan Pembuatan Soal dari Akademisi Unipas ke Unkhair

  • Bagikan
Penyerahan SK Timsel dari Kepala DPMD Pulau Morotai kepada Rektor Unkhair Ternate (Istimewa)

DARUBA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menunda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 87 desa pada 5 kecamatan di Pulau Morotai yang sebelumnya didawalkan akan berlangsung bulan Mei 2021 ini. Pemda melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) pun mengalihkan pembuatan soal tes untuk para calon Kades dari Akadesmisi Universitas Pasifik (Unpas) Morotai ke Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate selaku Tim Pansel Pilkades yang baru.

Sekretaris DPMD Pulau Morotai, Jamaludin mengatakan untuk sementara waktu masih menunggu bahan (soal) tes seperti tes pengetahuan, tes IQ dan tes psikotes dari Pansel Pilkades (Univetsitas Khairun Ternate) dan sedang dikoordinasikan DPMD dengan Unkhair Ternate. Sementara dua Akademisi Unipas yakni Parto Sumtaki dan Fahmi Djaguna yang sebelumnya direncanakan menyiapkan soal tes, kini telah masuk sebagai Panitia Pilkades tingkat Kabupaten.

“Pak Parto dan Pak Fahmi, beliau dari Akademis Unipas masuk di Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten bersama-sama dengan unsur DPRD, Forkopimda, OPD dan dari unsur masyarakat. Sedangkan soal-soal tersebut direncanakan dibuat oleh Tim Panitia Seleksi Pilkades dari Unkhair,” ungkap Jamaludin ketika dikonfirmasi KabarMalut, Sabtu (22/5/2021).

Terkait kapan kepastian pelaksanaan Pilkades serentak ini, Jamaludin sendiri mengaku belum bisa dipastikan karena harus menunggu soal tes yang dibuat Unkhair siap terlebih dahulu. Selanjutnya, akan dirapatkan diputuskan waktu pelaksanaannya.

“Untuk penetapan tanggal nanti dirapatkan oleh panitia tingkat kabupaten, karena saat ini kita masih menunggu soal. Kalau soal sudah ada, nanti ada pemberitahuan ke panitia tingkat desa,” ujarnya.

Terpisah, Rektor Unipas Morotai, Irfan Hi Abdurahman ketika dikonfirmasi terkait keterlibat dosen Unipas dalam panitia Pilkades tingkat kabupaten untuk menyiapkan bahan tes, tetapi sudah dialihakan ke Unkahir, ia menyatakan tidak tahu pasti hal tersebut, sebab dua akademisi Unipas itu sampai saat ini pihak kampus tidak mengeluarkan rekomendasi.

“Yang pertama  saya tidak soal itu, karena keterlibatan akademisi Unipas di Panitia Pilkades tidak kita keluarkan rekomendasi ke siapa-siapa karena kita tidak pernah diminta oleh Pemda. Kalaupun ada dosen Unipas yang terlibat, itu hanya secara personal, sehingga kalau ada pergantian itu terserah Pemda Morotai. Saya pribadi tidak menyoal hal tersebut jika terjadi,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor III Unipas  Morotai Agriyawan Djafar mengatkan soal Pemda libatkan pihak Akademisi Unkhair sebagai timsel pilkades untuk menyiapkan bahan tes ia mengaku Pemda Pulau Morotai seakan-sekan tidak akui di Morotai ada institusi pendidikan tinggi yang juga ada di Morotai.

“Saya juga kurang paham degan alur berfikirnya pak Kadis, Unipas sebagai institusi pendidikan tinggi yang lahir tumbuh dan besar dari Pemda sendiri tidak diajak dalam hal-hal seperti ini. tapi tidak apalah, itu pilihan Pemda. Unipas selalu berupaya untuk tetap membangun SDM Morotai,” singkatnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut