Kemenag Morotai dan Organisasi Keagamaan Meminta Polres Tindak Tegas Pria Diduga Menghina Nabi Muhammad

  • Bagikan
Kemenag dan Organisasi Keagamaan saat menyambangi Polres Pulau Morotai (Istimewa)

DARUBA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, bersama pengurus Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Nahdatul Ulama (NU) dan Pengurus Muhammadiyah Pulau Morotai melakukan koordinasi terkait unggshsn salah satu akun facebook bernama @Enda Ghebel Doya Tigele yang diduga menghina nabi Muhammad SAW .

Kepala Kemenag Pulau Morotai, H. Hasyim Hi Hamza mengaku pihaknya dan beberapa organisasi keagamaan mendatangi Polres Pulau Morotai untuk melakukan koordinasi untuk menindak tegas oknum tersebut karena saat ini dengan adanya isu itu masyarakat Pulau Morotai resah.

“Berita tentang akun doya itu yang kata-katanya agak menyasar ke unsur-unsur penghinaan terhadap agama tertentu, kami mengkoordinasikan dengan pihak polres agar supaya megambil langkah untuk diproses, supaya informasi ini tidak bias ke masyarakat. Masalah menyangkut agama ini kan sangat sensitif sekali, Kementerian Agama saya lebih dulu mengundang FKUB, Pengurus Oragnisasi NU, Muhammadiyah dan internal Kementerian Agama untuk diskusi tentang masalah ini. Olehnya itu, kami sama-sama ke Polres ini untuk minta pihak Polres untuk melakukan langkah-langkah tindakan dalam rangka mencegah hal-hal tidak diinginkan bersama,” ungkap Hi Hasyim usai rapat koordinasi dengan Polres Pulau Morotai, Senin (24/5/2021).

Hi Hasyim mengatakan informasi yang didapat, pelaku telah diamankan aparat kepolisian dari Polres Hamahera Utara. Selaku Kepala Kemenag dan oragniasi keagaman mengucapkan terimah kasih kepada Polres karena dengan sigap dan cepat untuk mengambil langkah dengan telah mengamankan pelaku.

“Saya mengharapkan mudahan-mudahan cepat terselesaikan dengan baik,” harapnya.

Kepada masyarakat Pulau Morotai diimbau agar tidak terprovokasi dengan masalah ini. Berikan kepercayaan kepada kepolisian agar menindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Saya imbau kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat baik muslim, nasrani maupun seluruh agama yang ada di Morotai, jangan terpancing dengan isu-isu yang disengaja dan ada provokasi oleh orang-orang yang tidak bertangung jawab untuk membuat Morotai tidak aman. Saya mohon masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu ini, ini perbuatan oknum dan tidak ada kaitan dengan masalah agama di Morotai, ini murni dilakukan oknum nanti akan ditindak secara hukum baik pelanggaran undang-undang IT maupun undang-undang tentang rasis dan perbuatan yang tidak menyenangkan,” harap Hasyim.

Sementara itu, Kabag Operasional (OPS) Polres Pulau Morotai, AKP Randhir Prakarana mengaku meski tempat kejadiannya di Hamahera Utara (Halut), tapi untuk keamanan Polres Pulau Morotai tetap bertangung jawab untuk menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing, terutama di Pulau Morotai.

“Kalaupun ada perubahan-perubahan kita akan tindak lanjuti secara serius. Kalau tindak lanjuti dapat berupa imbauan membantu mengumpulkan saksi,” tegas AKP Randhir.

Ia kembali meminta seluruh masyarakat Pulau Morotai untuk jangan terprovokasi, jika ada hal-hal yang terjadi di masyarakat agar segera laporkan untuk ditindak lanjuti.

“Seluruh masyarakat Pulau Morotai agar tidak terprovokasi terkait dengan postingan-postingan di media sosial baik itu yang berbaur SARA maupun kebencian, kalau memang ada ditemukan ada hal tersebut silahkan koordiansi dengan pihak kepolisian, nanti polisi yang melakukan penyelidikan maupun tindakan. Jangan masyarakat mengambil tindakan dengan menghukum sendiri,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut