Anggota DPRD Maluku Utara Dilaporkan Tiga Anak Tiri ke Polisi

  • Bagikan
Kuasa Hukum Pelapor, M Bahtiar Husni (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Wahda Z Imam dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara atas dugaan penggelapan dan penyerobotan bangunan.

Wahda dilaporkan tiga anak tirinya yakni, Stanley Sugianto, Richard Sebastian Sugianto dan Lovely Nathania Sugianto. Ketiganya merupakan anak dari mendiang istri Wahda benama Selvi Jousua dengan suami sebelumnya.

Kuasa Hukum Pelapor, M Bahtiar Husni mengaku laporan terhadap Wahda terkait harta bangunan empat Ruko dan satu rumah terletak di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, yang ditinggalkan almarhum Selvi Jousua, tapi saat ini dikuasai Wahda. Sedangkan semua surat-suratnya atas nama almarhum dan ketiga anaknya merupakan ahli waris.

“Kita sudah berikan somasi hingga dua kali kepada WZI (Wahda Z Imam) untuk keluar baik-baik dari aset yang masih dikuasainya. Padahal itu milik almarhum dan itu semua surat-suratnya ada, namun WZI tidak menghiraukan maka kita langsung lapor,” kata Bahtiar kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Dia juga menyebut, langkah tegas ini dilakukan karena Wahda tidak ada beriktikad baik dengan para ahli waris yang merupakan anak-anak dari almarhum istri sebelumnya.

“Kita juga sempat menyampaikan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik, namun WZI tidak menghiraukan sehingga tadi secara resmi sudah kami buat laporan dan kami juga berharap agar WZI bisa serahkan semua aset milik almarhum ke ahli waris yang ada sekarang,” ucapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Maluku Utara, Wahda Z Imam ketika dikonfirmasi mengaku permasalahan aset tersebut awal ia dan mendiang istrinya membeli setelah menikah dan saat itu almarhum sudah pindah agama menjadi mualaf. Sedangkan ketika anak tirinya masih memeluk agam non muslim sehingga tidak ikut bersama.

“Waktu nikah anak-anaknya tidak pernah ikut dengan kami berdua. Jadi mereka tidak berhak atas harta dari almarhum istri saya ini yang sudah masuk Islam,” kata Wahda.

Tak hanya itu, Wahda juga mengatakan ketika mendiang istrinya menjadi mualaf, para anak tirinya itu tidak  lagi berhubungan istrinya, meski ibu mereka ingin menemui mereka.

“Jadi benar-benar durhaka kepada mama mereka sendiri karena mama mereka masuk Islam. Jika harta ini mereka menganggap bisa mewarisi maka kewenangannya Pengadilan Perdata bukan Polisi. Silahkan mereka lapor dan gugat ke pengadilan biar kita buktikan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut