Berita Hoax Jadi Penyebab Vaksinasi di Halmahera Utara Belum Capai Target

  • Bagikan
Kepala Dinkes Halmahera Utara, Muhammad Tapi-Tapi (Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Sasaran vaksinasi kepada pelayanan publik dan lanjut usia oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, masih diangkat 27 persen atau belum capai target. Tentu, hal ini masih membutuhkan kerja keras dari pihak Dinkes untuk mencapai target 100 persen.

Kepala Dinkes Halmahera Utara, Muhammad Tapi-Tapi mengatakan menjadi kendala lambatnya vaksinasi ada pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pelayanan publik. Lantaran sampai hari ini mereka tidak mau mendatangi untuk mengikuti vaksinasi yang telah disiapkan di RSUD Tobelo dan di Puskesmas Tobelo.

“Untuk kendala ada di OPD yang bisa dikatakan mereka tidak stabil, artinya mereka tidak sama sekali merespon terkait dengan vaksinasi. Itu yang memperlambat proses vaksinasi,” kata Muhammad saat dikonfirmasi, Rabu (9/6/2021).

Selain itu, salah satu penghambat vaksinasi adalah penyebaran informasi berita hoax di media sosial, sehingga  membuat masyarakat menjadi ketakutan untuk divaksinasi. Oleh sebab itu, Dinkes bakal akan mengubah pola baru vaksinasi kepada masing-masing OPD.

Menurut Muhammad, pola baru yang dimaksud adalah dengan cara kunjungan langsung ke instansi-instansi terkait agar proses vaksinasi lebih cepat.

“Kami akan menyiapkan jadwal untuk masing-masing OPD yang belum mengikuti vaksinasi, agar proses vaksinasi lebih cepat,” tutur Muhammad.

Sementara untuk persediaan dosis vaksin sangat tercukupi. Untuk itu diharapkan bagi OPD yang belum divaksinasi agar dapat mengikuti vaksinasi.

“Untuk vaksinasi sampai hari ini tetap jalan di RS Umum Tobelo, RS Bethesda dan Puskesmas. Diharapkan dapat diikuti, terutama seluruh pegawai harus divaksinasi,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut