KM Rahmat Ilahi Mulai Layani Rute Halmahera Timur-Halmahera Utara

  • Bagikan
Kepala KUPP Kelas III Buli, Anwar Sahitua (Nur/KabarMalut)

MABA – Pasca terbakarnya kapal penumpang KM Nur Abadi pada Mei lalu, Kantor Unit Penyelenggara  Pelabuhan (KUPP) Kelas III Buli, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, berupaya mecari kapal pengganti untuk melayani masyarakat rute Halmahera Timur-Halmahera Utara dan sebaliknya. Kapal KM Rahmat Ilahi, siap dan mulai melayani rute tersebut.

Kepala KUPP Kelas III Buli, Anwar Sahitua mengaku pihaknya bersama Dinas Perhubungan sudah melakukan koordinasi setelah insiden terbakarnya KM Nur Abadi. Sehingga KM Rahmat Ilahi sebagai kapal pengganti, siap melayani penumpang pada rute sebelumnya dilalui KM Nur Abadi.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pihak KM  Rahmat Ilahi, sebenarnya sudah seminggu lalu KM Rahmat Ilahi sudah mulai beroperasi, tapi kendala cuaca dan info BMKG yang belum memperbolehkan berlayar karena ketinggian ombak,” kata Anwar kepada KabarMalut, Jumat (11/6/2021).

Kapal KM Rahmat Ilahi, lanjut Anwar, dijadwalkan mulai beroperasi Sabtu (12/6) besok. Harapannya, KM Rahmat Ilahi bisa melayani masyarakat.

“Insya Allah besok KM Rahmat Ilahi mulai beroperasi, dengan rute seperti biasa meskipun kapasitas tidak sebesar KM Nur Abadi, namun bisa sedikit membantu masyarakat,” jelasnya.

KUPP Buli bersama Pemerintah Daerah terus berupaya mencari kapal pengganti yang kapasitasnya lebih besar dari KM Nur Abadi, hanya saja pemilik kapal juga harus melihat situasi, kondisi wilayah serta keuntungan pada rute dimaksud.

“Jika ingin mendapatkan kapal pengganti yang lebih besar kapasitas dari KM Nur Abadi, berarti pemerintah harus menyewa kapal dan disubsidikan ke masyarakat,” tandasnya.

Senada, Plt Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Timur, Irmawati Abdul Kader mengatakan semenjak KM Nur Abadi terbakar, koordinasi terkait kapal pengganti dan KM Rahmat Ilahi yang akan mengisi kekosongan telah dilakukan. Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan pada pemilik kapal yang kapasitasnya lebih besar dari KM Nur Abadi, hanya saja masih dipertimbangkan untung ruginya.

“Kami juga lakukan koordinasi dengan pemilik kapal yang kapasitasnya lebih besar dari KM Nur Abadi, tapi itu tadi namanya usaha, pemilik kapal juga harus melihat untung rugi,” singkatnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut