RSUD Sanana Kekurangan Stok Obat

  • Bagikan
Ketua Pansus LKPJ Bupati 2020, Lasidi Leko saat meninjau fasilitas RSUD Sanana (Istimewa)

SANANA – DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati 2020,  menggelar kunjungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana. Dalam kunjungan tersebut, Pansus menemukan sejumlah masalah pada RSUD, salah satunya adalah kekurangan stok obat.

“Ada beberapa masalah yang ditemukan, salah satunya adalah kekurangan obat,” kata Ketua Pansus LKPJ Bupati 2020, Lasidi Leko, Jumat (11/6/2021),

Lasidi menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Ruangan Farmasi RSUD Sanana yang menangani obat-obatan, terjadinya kekurangan obat disebabkan karena pihak ketiga yang dipercayakan untuk menangani obat belum mendatangkan.

“Obat kekurangan karena sampai sekarang pihak ketiga terlambat suplai, katanya begitu,” ungkap Politisi PBB itu.

Hasil temuan ini selain akan disampaikan dalam kesimpulan Pansus, juga akan disampaikan secara langsung pada bupati, untuk segera ditindak lanjuti.

“Pihak ketiga yang tangani obat di RSU itu harus dievaluasi, hasil temuan selain akan disampaikan dalam kesimpulan Pansus, juga disampaikan secara khusus pada Bupati,” tegasnya.

Tak hanya obat, Lasidi menambahkan beberapa fasilitas di RSUD  juga tidak dapat beroperasi dengan baik. Seperti daya listrik tidak cukup, sementara mesin genset yang tersedia juga tidak dapat berfungsi dengan baik.

“Permasalahan ini akan menjadi perhatian serius oleh DPRD, terutama Komisi III dan akan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut