Kanwil Kemenag Maluku Utara Gelar Coffee Morning dengan Awak Media

  • Bagikan
Suasana Coffee Morning yang digelar Kanwil Kemenag Maluku Utara Gelar (Istimewa)

TERNATE – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Utara, melalui Sub Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama (Ortala dan KUB), menggelar Coffee Morning bersama awak media di Ternate, Selasa (15/6/2021).

Tiga nara sumber dihadirikan acara bertemakan ‘Coffee Morning Awak Media Dalam Jurnalisme Damai’ diantaranya yakni Junalis Senior Maluku Utara, Mahmud Ici dan Abdul Fatah serta Kasubag Ortala dan KUB Kemenag Maluku Utara, Safri Kamaria.

Jurnalis Senior, Mahmud Ici menuturkan, tingkat kesadaran jurnalis di Maluku Utara terkait isu keagamaan sudah cukup baik. Ia mencontohkan, kasus dugaan penistaan agama baru-baru ini di Kabupaten Pulau Morotai, media sempat memberitakan namun hingga sampai penangkapan saja. Setelah itu sudah tidak diberitakan lagi.

“Ini artinya media sudah mulai paham, apa saja pemberitaan yang perlu dibesar-besarkan. Jika hingga pada penangkapan itu sudah menjadi kewajiban aparat keamanan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan soal informasi yang lebih cepat menyebar saat ini melalui media sosial seperti facebook dan lainnya.

“Yang sulit dikendalikan saat ini malah media sosial seperti facebook. Orang lebih cepat menyebarkan informasi tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu,” kata jurnalis Mongabay Indonesia ini.

Karena itu, sambungnya, sudah seharusnya masyarakat menjadi penikmat media sosial yang bijaksana.

“Saat ini banyak media nasional yang memiliki ruang cek fakta. Jika kita butuh data akurat bisa dicek di laman media nasional yang memiliki ruang cek fakta,” tuturnya.

Media mainstream saat ini sudah memiliki ruang cek fakta. Jika informasi yang diragu kebenarannya, bisa dicek di di laman cek fakta itu, kita bisa kantongi data-data yang akurat terhadap satu informasi.

Sementara, Jurnalis Antara, Abdul Fatah menambahkan jurnalisme damai di Maluku Utara saat ini menjadi tanggung jawab bersama wartawan di Maluku Utara.

“Media merupakan pilar demokrasi dan merupakan sarana penyampaian informasi yang bersifat edukasi. Sudah seharusnya setiap informasi harus diramu dengan baik agar menjadi edukasi terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Maluku Utara, Safri Kamaria menyampaikan jurnalisme damai merupakan penyampaian informasi media terhadap publik soal jurnalisme damai di Maluku Utara.

“Dengan adanya diskusi seperti kita juga mendapatkan gambaran seperti apa jurnalisme damai, dan atas penyampaian oleh kedua narasumber ini menjadi pengetahuan kita terkait sistem penyajian informasi terkait keberagaman di Maluku Utara itu sendiri,” singkatnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut