Istri Mantan Wali Kota Ternate Bongkar Paksa Pintu Rumah Mendiang Hi Bur 

  • Bagikan
Istri mantan Wali Kota Ternate, almarhum Hi Burhan Abdurrahman (Hi Bur), Rosdiana Burhan bersama keluarganya saat membongkar pintu rumah yang terletak di Kelurahan Moya (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Istri mantan Wali Kota Ternate, almarhum Hi Burhan Abdurrahman (Hi Bur), Rosdiana Burhan bersama keluarganya sekira pukul 12:50 WIT, membongkar paksa pintu rumah mendiang Hi Bur yang terletak di Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tegah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Amatan KabarMalut, kedatangan rombongan dibantu masyarakat sekitar untuk membuka pintu rumah yang telah dikunci pihak keluarga almarhum Hi Burhan Aburahman.

Masyarakat mencoba membuka pintu rumah, hanya saja meski dicoba tetap saja tidak dibuka, terpaksa masyarakat mencoba menendang pintu rumah hingga berhasil dibuka.

Saat pintu rumah berhasil dibuka, terlihat ada beberapa pejabat Pemerintah Kota Ternate dan sejumlah ASN juga datang melihat istri almarhum.

Ketika istri almarhum masuk ke dalam rumah, melihat foto almarhum yang dipasang di dalam rumah, sontak langsung menangis dan keluarga yang ada di rumah juga ikut menangis.

Proses pembongkaran pintu rumah (Istimewa)

Salah satu masyarakat, di depan istri almarhum mengatakan masyarakat siap menjaga rumah, dan tidak perlu khawatir untuk tinggal di rumah.

“Kami masyarakat siap menjaga rumah, mereka (keluarga almarhum Hi Bur) jangan coba-coba sembarangan,” ucap salah satu masyarakat yang engan namanya dipublis, Selasa (27/7/2021).

Hingga berita ini dipublis,  istri almarhum belum bisa dikonfirmasi, sedangkan lingkungan rumah masih banyak masyarakat berkumpul.

Terpisah Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Hi Bur, Muhammad Konoras mengatakan dalam perspektif hukum dirinya belum mengetahui siapa yang berhak atas rumah tersebut, tetapi dari keluarga almarhum mengganggap rumah tersebut bukan harta bersama.

“Menurut saya, dia itu istri sah dari almarhum, dia masih berhak menempati rumah itu, sebelum ada putusan pengadilan yang mengatakan siapa yang berhak untuk rumah tersebut,” ucapanya.

Konoras mengaku jika rumah itu diputuskan pengadilan yang menguasai keluarga almarhum, pastinya langkah membongkar secara paksa itu masuk dalam ranah pidana.

“Kalau istri almarhum diputuskan pengadilan, dia yang menguasai tidak masalah,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut