9.851 Warga Morotai Selatan Telah Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Kepala Puskemas Daruba, dr Adil Makmur (Yasim/KabarMalut)

MOROTAI – Sebanyak 9.851 warga di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, telah divaksi oleh Puskesmas Daruba. Dengan demikian, maka jumlah sararan vaksinasi penduduk di Morotai Selatan kini tinggal 3.665 warga dari 13.516 orang sasaran vaksinasi.

“Untuk Morotai Selatan dengan jumlah sasaran sebanyak 13.516 orang. Sementara capaian itu sudah diangka 9.851 orang, untuk total jumlah penduduk yang menjadi sasaran itu sudah divaksin Covid-19,” ungkap Kepala Puskemas Daruba dr Adil Makmur kepada KabarMalut, Kamis (5/8/2021).

Sementara untuk pasien terindikasi terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Morotai Selatan sebanayk 70 orang. Puskesmas Daruba sendiri telah mendistribusikan obat-obatan terkait Covid-19 ke 70 warga.

“Jadi ketika terdiagnosis maka langsung diberikan terapi obat Covid-19. Kemudian dari program Pemda bukan hanya obat yang diberikan tetapi juga pelaku-pelaku terkonfirmasi positif ini itu juga dilakukan kunjungan rumah bagi warga melaksanakan isolasi mandiri,” tegasnya.

Adil mengaku pihaknya telah mengedukasi masyarakat agar tidak digabung dengan penghuni rumah lainnya. Sehingga yang menjalani isolasi tetap di kamar secarah terpisah, kemudian di rumahnya ditempel stiker isolasi mandiri.

Mengantisipasi terjadi penularan dalam satu rumah yang melakukan kontak dengan pasien terindikasi terkonfirmasi positif Covid-19, maka semua punghini dalam rumah tersebut akan dilakukan pemeriksaan swab. Jika ditemuka ada yang positif lagi, maka disarankan untuk karantina juga.

“Disampaing karantina mandiri, Pemda memberikan bantuan sembako bagi mereka yaang isolasi mandiri. Tapi yang memilik gejala dan harus mendapatkan perawatan, maka itu dibawah ke rumah sakit untuk menjalani isolasi khusus. Jadi diisolasi khusus ini yang dibawah hanya orang yang terkonfirmasi positif, jadi tidak ditangani oleh keluarga,” terangnya.

Adil mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan berita-berita hoax yang beredar melalui penggalan-penggalan vidoe yang disebarkan melalui media sosial, karena penggalan-penggalan ini biasanya tidak sepenuhnya adalah kasus tentang Covid-19.

Alhamdulillah tidak ada yang berdampak apa-apa terkait dengan pemberian vaksin. Jadi mari kita sama-sama mensukseskan apapun yang menjadi program pemerintah dalam rangka penangana Covid-19 ini,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut