Terapkan PPKM Mikro, Polres Morotai Hentikan Sementara Kegiatan Masyarakat Menghadirkan Banyak Orang

  • Bagikan
Kasat Intel Polres Pulau Morotai, IPDA  Rainhard Allbright Tangyong (Yasim/KabarMalut)

MOROTAI – Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor SE/01/VII/2021/RES P.Morotai tentang Pengehentian Sementara Kegiatan Masyarakat dan Atau Izin Keramain Yang Menghadirkan Orang Banyak. Surat Edaran tertanggal 26 Juli 2021 yang ditanda tangani langsung Kapolres Pulau Morotai, AKBP A’an Hardiasyah, sebagai tindaklanjut atas penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP A’an Hardiasyah melalui Kasat Intel IPDA Rainhard Allbright Tangyong mengatakan surat edaran yang dikeluarkan itu karena kondisi saat ini diterapkan PPKM berbasis mikro guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

“Jadi surat edaran dari Polres terkait dengan adanya acara, baik acara pernikahan, acara syukuran atau apa itu, tidak boleh lebih dari 30 orang,” kata Rainhard kepada KabarMalut, Jumat (6/8/2021).

Rainhard menambahkan, pelaksanaan pesta pada malam hari tidak diperbolehkan karena adanya kemungkinan acara lanjutan seperti pesta ronggeng yang identik dengan Miras, sehingga dapat menyebabkan perkelahian antar masyarakat bahkan perkelahian antar desa.

“Jadi kami untuk memalisir terjadi kegiatan tersebut, kami memperbolehkan dilakukan acara pernikahan pada saat siang hari, saat siang hari juga jumlah tamunya itu tidak boleh lebih dari 30 orang, sehingga mengurangi pembentukan claster baru Covid-19,” akunya.

Lanjut Rainhard, untuk pembatasan jam malam juga Polres mengimbau para pelaku usaha untuk tempatnya ditutup paling lambat jam 22:00 WIT sudah ditutup, untuk menghindari masyarakat berkumpul ramai di satu tempat sehingga tidak tercipta satu clater baru Covid-19.

“Jadi surat edaran itu sudah mulai berlaku sejak PPKM berlangsung di Indonesia ini,” jelanya.

Untuk langkah selanjutnya, kata Rainhard, Polres tetap akan ke tempat acara tersebut, Polres tetap akan memantau jika diacara lebih dari 30 orang dan memang ramai sekali dan tidak melakukan protokol kesehatan akan dibubarkan secara paksa.

“Jika mereka melakukan perlawanan kita pakai jalur hukum terpaksa menggunakan diskresi Kepolisian untuk membubarkan hal tersebut, karena sekarang negara kita sedang gawat darurat tentang Covid-19 kasus pandemi ini,” tegasnya.

Polres Pulau Morotai mengimbaua kepada masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan jangan, berkumpul terlalu ramai, jaga kesehatan, selalu perhatikan kesehatan, kemudian selalu pakai masker, pakai anti septik, pada saat malam hari pulang untuk istirahat jagan lagi melakukan satu kegiatan.

“Masyarakat Pulau Morotai tetap patuhi protokol kesehatan, kemudian jangan berkumpul terlalu banyak,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut