Rencana Periksa Walikota Ternate, Jaksa Bakal Berkoordinasi dengan Walikota

  • Bagikan
Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penanganan kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018 yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, tidak seperti halnya kasus lain. Bagimana tidak, rencana pemanggilan Walikota Ternate M Tauhid Soleman untuk diperiksa sebagai saksi, harus dilakukan koordinasi dengan Walikota terlebih dahulu.

Hal ini diakui langsung Plt Kepala Kejari Ternate, Rilke Jeffri Huwae ketika dikonfirmasi terkait pemanggilan Walikota Ternate yang beberapa kali telah mangkir.

“Kita akan datangi walikota dan koordinasi kapan waktunya datang, sebab tugas walikota untuk menyelesaikan pendemi coivic-19 harus terganggu karena lebih berharga nyawa manusia. Lagi pula saya harus menentukan arah penyelesian seperti apa,” kata Jeffri kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/8/2021).

Meski begitu, Rilke mengaku penyidik akan berusaha untuk mendapatkan keterangan dari Walikota Ternate. Usaha mendapat keterangan walikota tidak hanya dengan cara pemanggilan semata.

“Kita bisa datang dengan cara sendiri atau kalau walikota sudah ada waktu bisa datang ke kantor,” tegasnya.

Jeffri menambahkan, dalam mengelolah suatu perkara, penyidik jaksa harus batul-batul fokus apa yang menjadi target dia.

Sekedar diketahui, dalam kasus dugaan korupsi anggaran Haornas tahun 2018 di Kota Ternate sendiri dianggarkan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 2,5 miliar dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate senilai Rp 2,8 miliar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut