Rumah Sering Tergenang Air Saat Hujan, Warga Akehuda Palang Jalan Utama Menuju Bandara Ternate

  • Bagikan
Warga Kelurahan Akehuda memalang akses jalan utama menuju bandara Sultan Babullah Ternate (Istimewa)

TERNATE – Ketika musim hujan tiba, sebagian rumah warga di lingkungan RT 05/RW 02, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, selalu digenangi air akibat luapan salah satu drainase di areal tersebut. Sebagai bentuk protes lambatnya penanganan dari Pemerintah Kota Ternate, sekira pukul 16:00WIT, warga memalang jalan utama menuju Bandara Sultan Babullah Ternate, Kamis (26/8/2021).

Salah satu warga Akehuda mengatakan warga Kelurahan Akehuda selama ini minim mendapat perhatikan dari pemerintah. Bahkan sudah berulang kali persoalan yang dialami warga ini disampaikan, tapi belum mendapat tanggapan serius dari pemerintah.

“Jadi kami meberikan waktu kepada Pemerintah Kota Ternate jika hari Senin pemerintah tidak datang, maka hari Selasa kita akan memalang jalan kembali,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Bambang Marsabesy menyatakan daerah banjir di Akehuda ini sudah diidentifikasi. Alternatif agar rumah warga tidak tergenangi air lagi yakni akan dilakukan pengalihan saluran air dari depan kampus Unkhair sampai deretan tuguh daerah.

“Hasil dari kejadian ini lewat BPBD akan ambil keputusan untuk melakukan rencana yang sudah dibaut jalur yang pernah dibuat di samping talud bandara dari sisi utara,” ucapnya.

Dinas PUPR akan berkordinasi dengan Kepala BPBD untuk menggunakan dana tanggap darurat atau DTT, agar mempercepat proses pekerjaan. Namun sebelum itu, harus dilakukan pula koordinasi dengan balai karena status ruas jalan di areal itu merupakan jalan nasional serta koordinasi pula dengan pihak Bandara Sultan Babullah Ternate sebagai pemilik saluran.

“DTT itu merupakan kegiatan yang dipercepat, tinggal tadi pertama harus berkordinasi, karena ini adalah jalan nasional bicarakan dengan balai jalan, kemudian daerah yang dibikin saluran, karena wilayahnya milik bandara,” akunya.

Bambang menghimbau warga agar bersabar dan memberikan kesempatan upaya yang hendak dilakukan pemerintah daerah.

“Genangan atau daerah banjir ini memang kami berharap ke warga memberikan kesempatan ke Pemda dalam hal ini dinas tiknis, sehingga kegiatan saluran air ini secepatnya diupayakan, biar terjawab genangan yang ada di sana,” pungkasnya.

Pemalangan jalan sendiri kemudian dibukan oleh aparat kepolisian sekira pukul 17:30 WIT dan arus lalu lintas pun kembali normal. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut