Bupati Sula: PAD Harus Jadi Perhatian Serius

  • Bagikan
Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus saat diwawancarai wartawan (Fahrul/KabarMalut)

SANANA – Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPPRD), Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, harus segera putar otak untuk menambah jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, menurut Bupati, Fifian Adeningsih Mus peningkatan PAD harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Jumlah PAD tahun ini targetnya Rp 6 miliar, memang mengalami kenaikan kurang lebih 6,46 persen, tapi ini masih relatif kecil, untuk itu harus jadi perhatian serius,” ungkap Fifian, Selasa (7/9/2021).

Menurut Fifian, untuk mewujudkan prinsip kemandirian otonomi daerah, maka upaya peningkatan PAD harus mejadi hal yang serius.

“Salah satu prinsip otonomi daerah adalah peningkatan PAD, maka semua potensi penerimaan harus segera diaktifkan,” harapnya.

Terpisah, Kepala BPPRD Kepulauan Sula, Aryadi Mandaian ketika dikonfirmasi mengatakan, PAD memang belum maksimal, karena dari Rp 6 miliar yang ditargetkan tahun ini yang dicapai baru Rp 3,5 miliar lebih atau 40 persen. Dari Rp 3,5 miliar itu, yang terbesar adalah pajak galian C. Sedangkan untuk SKPD pengelola PAD yang paling aktif melakukan setoran sesuai dengan yang dibebankan, hanya Rumah Sakit Umum, sedangkan untuk SKPD lain, belum maksimal, bahkan Dinas Perhubungan hampir tidak ada sama sekali.

Menurut Aryadi, untuk menindaklanjuti perintah Bupati, maka tahun 2022 mendatang, BPPRD akan mengaktifkan beberapa potensi, termasuk berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk memungut pajak galian C terhadap proyek provinsi maupun pusat yang ada di Kepulauan Sula.

“Pajak galian dari proyek provinsi yang masuk di daerah, kita tidak dapat, ini karena pencairan anggarannya ada di provinsi, sehingga berapa waktu lalu kami sudah kordinasi dengan Dispenda provinsi untuk membantu,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut