Diduga Lakukan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik, Mantan Karyawan Toko Sederhana Dipolisikan

  • Bagikan
Berita Acara Penyelesaian Hak (Istimewa)

TOBELO – Diduga melakukan pemerasan, dan pencemaran nama baik di salah satu Radio yang berada di Tobelo, mantan karyawan Toko Sederhana, NB alias Nel dilaporkan Roby Weflar ke Polres Halmahera Utara, Maluku Utara.

“Saya adukan ini ke Polres karena pernyataan Nel di Radio itu tidak benar, bahwa kami tidak membayar hak-haknya,” ungkap Roby Weflaar di Mapolres Halmahera Utara, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, persoalan tersebut telah diselesaikan di Dinas Nakertrans Halmahera Utara, karena Nel mengadukan dipecat atau di PHK secara sepihak di tahun 2017.

“Jadi sudah dibuat berita acara penyelesaian hak di tahun 2020, tapi tiba-tiba muncul lagi di media,” katanya.

Roby mengungkapkan kronologisnya, berawal Nel melaporkannya di Polres karena tidak terbuki melakukan tindak pidana, tetapi setelah itu, Nel kembali melaporkan ke Dinas Nakertrans Halmahera Utara dengan alasan ia dipecat atau diPHK secara sepihak.

“Saya kemudian membalas secara tertulis dan lisan kepada mediator di Dinas Nakertrans, dan saya diberitahukan untuk membayar kewajiban mereka, walaupun mereka tidak pernah diberhentikan atau PHK. Akhirnya saya membayar ke Disnakertrans atas kewajiban mereka dan dibuatkanlah surat berita acara penyelesaian hak,” ujarnya.

Robby mengatakan pihaknya telah meyelesaikan kewajiban dengan permasalahan yang ada, tetapi di tahun 2021 ini, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selaku Kuasa Hukum Nel datang ke tempatnya dan membicarakan tentang hak-hak dari Nel. Selang waktu berapa hari, telah muncul dan beredar video atau film, bahwa pihaknya tidak pernah membayar hak-hak dari Nel.

“Karena kami merasa dirugikan maka terpaksa saya menyurat ke Polres Halmahera Utara agar dapat menyelidiki maupun menindak atas sesuai hukum yang berlaku,” tegasanya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Halmahera Utara, IPTU Elvin Septian Akbar mengatakan pihaknya sementara melakukan penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporan Roby Weflaar.

“Iya sedang dilidik,” katanya.

Sementara, Kadis Nakertrans Halut, Jefry Hoata menyarankan Roby Weflar untuk mencabut laporan polisi untuk kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kita agendakan mediasi hari Senin untuk duduk bersama kedua belah pihak,” singkatnya. (*)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut