Pengadilan Ternate Tolak Gugatan Praperadilan Oknum Anggota DPRD dan Polwan

  • Bagikan
Suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Ternate (Istimewa)

TERNATE – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Ternate, menolak permohonan gugatan praperadilan tersangka kasus dugaan melawan petugas Polantas oleh oknum anggota DPRD Maluku Utara, Wahda Z Iman   dan tersangka kasus dugaan pemalsuan gelar akademik oleh oknum Polwan berinisial Bripka R.

Kedua tersangka menempuh praperadilan karena menilai penetapannya sebagai tersangka tidak sah.

Untuk tersangka Wahda Z. Imam, sidang putusan praperadilan dipimpin oleh Hakim tunggal, Ulva Rery. Sedangkan untuk tersangka Bripka R dipimpin oleh hakim tunggal Ferdinal.

Dalam sidang putusan praperadilan yang dilaksanakan, Senin (13/9/2021) di ruang sidang PN Ternate, kedua hakim tunggal mengambil keputusan yang sama, yakni menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya.

Terpisah, Kabid Hukum Polda Maluku Utara, Kombes Pol Yudi Rumantoro mengatakan dalam sidang praperadilan, Polda Maluku Utara bisa memberikan bukti-bukti sehingga hakim yakin proses hukum telah dilaksanakan sesuai dengan aturan.

“Karena tidak ada cacat hukum maka prosedur bisa langsung berjalan. Kemarin kita tunggu dulu siapa tahu ada administrasi yang perlu diperbaiki, ternyata hakim menolak seluruh gugatan praperadilan yang dimohonkan oleh pemohon,” jelasnya.

Lanjut dia, dengan adanya putusan praperadilan yang dimenangkan oleh Polda Maluku Utara, maka kasus kedua tersangka ini akan tetap dilanjutkan penyidikannya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Hasil praperadilan tadi Polda Maluku Utara bisa mempertahankan hasil penyidikannya untuk dilanjutkan,” timpalnya.

Sementara itu sidang pembacaan putusan dihadiri oleh Kuasa Hukum kedua tersangka yakni Muhamad Konoras. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut