Polda Maluku Utara Kembali Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Jembatan Air Bugis

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Adip Rojikan (Istimewa)

TERNATE – Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, kembali menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rehabilitasi Jembatan Air Bugis di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2017.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Adip Rojikan mengaku tiga tersangka baru yang ditetapkan bulan Juli lalu yakni IS selaku KPA, MIS selaku PPK dan RL selaku PPTK. Dengan demikian, maka jumlah tersangka dalam kasus ini menjadi lima orang dan satu diantaranya telah meninggal dunia.

“Berkas sudah dikirim tahap I ke jaksa pada hari 6 September lalu. Hanya empat tersangka yang di tahap I, karena satu tersangka meninggal dunia sehingga status tersangka sudah gugur,” ungkap Adip saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Adip bilang, saat ini keempat tersangka belum dilakukan penahanan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Utara.

“Belum dilakukan penahanan,” pungkasnya.

Dalam kasus tersebut, sebelumnya penyidik Ditreskrimsus menetapkan dua orang tersangka, salah satunya telah meninggal duania. Kedua tersangka yakni (HT) merupakan kontraktor yang diketahui telah meninggal dunia dan IH selaku Direktur PT Kristi Jaya.

Sekedar diketahui, Sekadar diketahui, proyek pembangunan jembatan senilai Rp 4,2 miliar itu dianggarkan melalui APBD Kepsul tahun 2017. Namun pada 2020, jembatan tersebut telah ambruk dan tak bisa lagi digunakan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut