Tolak Upaya Damai, Pelapor ITE Pertanyakan Kinerja Pinyidik Kasus Amin Drakel

  • Bagikan
Kuasa Hukum korban tindak pidana ITE Haja Fayakun, Darwis M. Said (Istimewa)

TERNATE – Upaya Polda Maluku Utara membuka ruang restorasi justice (penyelesaian perkara secara damai) menuai jalan buntu. Pelapor dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Haja Fayakun mempertanyakan kinerja penyidik kasus yang menjerat Anggota DPRD Maluku Utara, Amin Drakel sebagai tersangka.

Kuasa Hukum korban tindak pidana ITE Haja Fayakun, Darwis M. Said mempertanyakan kinerja penyidik Subdit Tindak Pidana Siber ITE Ditreskrimsus Polda Maluku Utara yang hingga kini belum melimpahkan kasus ini ke jaksa. Padahal berkas perkara kasus yang menjerat Amin Drakel sebagai tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21).

“Kalau perkara itu sudah P21, kenapa Ditreskrimsus belum limpahkan ke Jaksa, ada apa di balik itu? Jaksa sudah komentar sisa menunggu pelimpahan,” kata Darwis kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Fayakun selaku pelapor dalam kasus ini menegaskan sudah tidak ada lagi ruang mediasi melalui upaya restorasi justice dengan tersangka Amin Drakel. Maka proses kasus harus tetap dilanjutkan, karena semua alat bukti sudah terpenuhi.

“Jadi ini sudah jelas, kasus ini punya bukti sudah cukup kuat dan saksi juga sudah diperiksa,” jelasnya.

Darwis menambahkan, kasus ini harus tetap dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Terlebih lagi, sebelumnya sudah berulang kali dilakukan mediasi secara kekeluargaan antara Amin dengan kliennya, namun hasil kesepakatan mediasi berupa ganti rugi tidak pernah dipenuhi politikus PDI Perjuangan tersebut.

“Pada saat itu kalau dia ganti rugi maka kami akan cabut perkara di Ditreskrimsus. Makanya perkara itu tetap saya kasih naik,”akunya.

Tidak ada warga di negeri ini yang kebal hukum. Untuk itu, kasus yang berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P21 ini harus segera dilimpahkan ke Jaksa untuk diteruskan ke pengadilan kemudian disidangkan.

“Kami berharap kasus ini segera dilimpahkan penyidik Polda ke Kejati agar ada kepastian hukum,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut