BPKP Maluku Utara Akui Ada Penyimpangan pada Proyek Tembatan Perahu di Loloda Kepulauan 

  • Bagikan
Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Maluku Utara, Mohamad Riyanto (Istimewa)

TERNATE – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara, mengakui proyek pembangunan Tembatan Perahu di Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, terdapat penyimpangan. Hal ini terungkap setelah BPKP melakukan audit investigasi atas kasus yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara.

Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Maluku Utara, Mohamad Riyanto  mengatakan tahapan audit investigasi telah selesai dan telah disampaikan ke penyidik Kejari Halmahera Utara.

“Kemarin kita telah sampaikan ke Kejaksaan hasilnya, kemarin dari Kejaksaan juga sampaikan kasus tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan, dan meminta BPKP untuk mengaudit kerugian negara,” kata Riyanto ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (22/9/2021).

Riyanto menambahkan, untuk hasil investigasi pihaknya belum bisa sampaikan, karena ada kesepakatan dengan Kejari Halmahera Utara.

“Untuk hasil nanti pihak Kejaksaan yang akan menyampaikan, karena permintaan dari Kejaksaan. Pada intinya setiap kali audit kita selalu tekankan diawal atau kesimpulan akhir harus ada penyimpangan, atau ada kerugian negara, kalau tidak ada kita tidak turun,” akunya.

Riyanto menambahkan karena dalam audit investigasi ditemukan adanya penyimpangan, maka pihaknya kini melanjutkan pada tahap audit dugaan kerugian negara atas proyek Tembatan Perahu senilai Rp 1,2 miliar tahun 2016 itu.

“Dalam kasus ini ada penyimpangan, dan setelah ini kita akan lakukan audit kembali untuk dilakukan pematangan, untuk audit kerugian negara dalam waktu dekat ini kita akan kembali turun ke lapangan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut