Tanggapi Pernyataan Dekan Hukum UMMU, Thabrani: Pertanyaannya Siapa yang Memanipulasi

  • Bagikan
Kuasa Hukum Rani Andini Yasa, Muhammad Thabrani (Istimewa)

TERNATE – Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Rahim Yasin mengakui ijazah salah satu mantan mahasiswa yang melaporkan Rektor UMMU, dan salah satu dekan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate hingga kini belum ditandatangani.

Hal ini dilakukan karena proses perkuliahan yang dilakukan mantan oknum mahasiswa atas nama Rani Andini Yasa, terdapat kesalahan akademik dan penuh manipulasi dalam proses ujian skripsi.

Penyataan Dekan Fakultas Hukum UMMU ini mengundang reaksi dari Kuasa Hukum Rani Andini Yasa, Muhammad Thabrani. Menurutnya, pernyataan Rahim Yasin di media merupakan pernyataan yang konyol.

“Jika ada manipulasi dan kesalahan-kesalahan akademik dalam proses ujian skripsi, pertanyaannya siapa yang memanipulasi?, tidak mungkin mahasiswa yang memanipulasi semua proses itu,” ujar Thabrani kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Thabrani mengatakan, semua proses diselenggarakan pihak Fakultas Hukum UMMU, jika pernyataan Dekan Hukum benar, maka sudah pasti proses tersebut dilakukan pihak Fakultas Hukum.

“Yang memanipulasi dalam hal ini siapa. yaa pihak Fakultas Hukum UMMU. Bukan klien kami. Pernyataan Dekan Fakultas Hukum UMMU selain memalukan juga cacat logika. Sebab kampus mau-maunya diintervensi pihak luar,” akunya.

Independensi dan wibawah Muhammadiyah yang begitu besar dan penuh nilai-nilai luhur, mau diintervensi oleh pihak luar. Proses akademik dan administrasi di UMMU seharusnya tidak bisa didikte oleh pihak luar.

Tak hanya itu, Thabrani juga mempertanyakan apa hubungannya proses penyidikan penggunaan gelar akademik tanpa hak,  dengan proses yudisium, wisuda dan belum dilakukan penandatanganan serta penyerahan ijazah milik kliennya, yang dijadikan alasan pihak UMMU belum memberikan ijazah milik kliennya.

“Klien kami sudah melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa memenuhi segala persyaratan, maka sudah menjadi haknya memperoleh ijazah dan transkrip nilai,” tegasnya.

Sebagai Kuasa Hukum Rani Andini Yasa, dirinya mengigatkan kepada Dekan Fakultas Hukum UMMU Ternate, sudahilah mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak bermutu seperti itu.

“Saran saya siapkan saja argumen hukumnya, kita ketemu di ruang sidang. Kami akan buktikan siapa sesungguhnya yang melakukan perbuatan melawan hukum. Perkembangan perkara ini nantinya kami akan sampaikan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar dapat diberikan atensi dan dapat diambil tindakan-tindakan korektif di internal UMMU,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut