Kepala Diskoperindag Sula Akui PAD Sektor Retribusi Pasar Masih Rendah

  • Bagikan
Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kepulauan Sula, Djena Tidore (Istimewa)

SANANA – Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kepulauan Sula, Djena Tidore mengaku Pendataan Asli Daerah (PAD) pada sektor retribusi di pasar masih jauh dari target. Hingga bulan Oktober, capai PAD baru sebesar Rp 280 juta lebih dari target Rp 600 juta.

Penurunan PAD sektor retribusi pasar menurun jauh di lima bulan pertama (Januari-Mei) atau masa kepemimpinan Sofia Sjamlan selakau Kepala Diskoperindag. Dimana taget PAD perbulan seharusnya sebesar Rp 44 juta, namun hanya mampu menggarap Rp 13 juta perbulan dan totalnya Rp 65 juta.

“Data yang masuk ke SIMDA itu hanya Rp 65 juta di lima bulan itu,” kata Djena saat dikonfirmasi, Selasa (12/10/2021).

Sementara untuk empat bulan terakhir (Juni-September), lanjut Djena, PAD di sektor retribusi pasar melonjak naik menjadi Rp 280 juta. Artinya, selama empat bulan menjabat, Djena mampu mendongkrak PAD kurang lebih Rp 215 juta selama empat bulan atau Rp 53,75 juta perbulan.

“PAD 10 bulan terakhir ini sekitar Rp 280 juta. Itu dihitung secara total mulai dari Januari sampai Oktober,” jelasnya.

Sementara itu, beban PAD yang diembankan ke Dinas Perindagkop Rp 600.002.000 per tahun. Djena mengaku, sulit capai 100 persen di 3 bulan terakhir tahun 2021.

“Saya tidak mungkin bisa capai 100 persen. Karena memang saya baru menjabat di bulan keenam tahun ini,” ujarnya.

Menurut Djena, PAD yang rendah waktu Dinas Perindagkop dipimpin Sofia lantaran lemahnya pengawasan dan manajemen pimpinan.

“Kan kegagalan bawahan ini tergantung pimpinan. Jadi saya lihat memang lemahnya pengawasan dan manajemen. Kalau pimpinan mampu menerapkan konsep, pasti berhasil,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut