Jaksa Temukan Penanggung Jawab Dugaan Korupsi Anggaran Haornas

  • Bagikan
Pelaksana Tugas Kepala Kejari Ternate, Rilke Jefri Huwae (Yasin/KabarMalut)

TERNATE – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018 mulai menunjukkan titik terang. Pasalnya, dugaan penyalahgunaan anggaran Haornas senilai Rp 2,8 miliar, setelah ditelusuri tim penyidik diketahui bahwa seluruh anggaran dikelola oleh panitia dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pelaksana Tugas Kepala Kejari Ternate, Rilke Jefri Huwae mengatakan ada anggaran dukungan pelaksanaan Haornas dari Pemerintah Kota Ternate. Namun, berdasarkan hasil audit BPK Provinsi Maluku Utara terdapat Rp 800 juta lebih yang terjadi tumpang tindih anggaran.

“Lalu ada kesimpulan ada Rp 400 juta lebih yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Nah pengelolaan ini bukan di Pemerintahan Kota Ternate. Itu adanya di Kemenpora dan temuan ini juga ditemukan BPK Pusat,” jelas Rilke kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Dugaan adanya penyalahgunaan anggaran oleh panitia dari Kemenpora ini, menurut Rilke, menjadi fokus penyidikan.

“Memang anggarannya dari sini, anggaran sifatnya dukungan, dikelola oleh Kemenpora. Jadi kalau ada penyalahgunaan keuangan, pengelola itu yang harus bertanggung jawab,” terangnya.

Meski begitu, sambung dia, untuk lebih memperdalam penyidikan kasus ini penyidik akan kembali mengagendakan permintaan klarifikasi mengenai tindak lanjut temuan BPK tersebut.

“Ini kan sudah ada dugaan melawan hukum itu ada, tapi siapa yang harus bertanggungjawab itu yang harus diperdalam,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut