Kejati Beri Warning Mantan Ketua DPRD dan Sekda Maluku Utara 

  • Bagikan
Asisten Datun Kejati Maluku Utara, Rilke Jeffri Huwae (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) memberi peringatan terhadap mantan Ketua DPRD Maluku Utara, Alien Mus dan mantan Sekda Madjid Husen yang hingga kini masih menguasai aset kendaraan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara.

Asisten Datun Kejati Maluku Utara, Rilke Jeffri Huwae mengatakan dua mantan pejabat ini menguasai tiga unit kendaraan roda empat (mobil) yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Bidang Datun telah melakukan pemanggilan untuk pengembalian aset secara suka rela tapi tidak mendapat respon baik.

“Terkait dengan penanganan aset telah dilakukan sejak tahum 2020 sampai sekarang dan ini merupakan waktu yang cukup panjang,” kata Rilke kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Rilke menegaskan kejaksaan dalam melaksanakan tugas mendampingi Pemprov Maluku Utara, dilakukan secara institusional, bukan secara pribadi, artinya yang dikedepankan adalah kepentingan negara. Karena ini kepentingan negara maka Kejati berkewajiban untuk menyelesaikan masalah asat ini dalam waktu tidak terlalu lama.

“Dengan mempertimbangkan tenggang waktu yang sudah cukup lama ini imbauan kami yang terakhir. Kami akan memberikan kesempatan lagi sampai dengan Rabu atau Kamis minggu ini,” jelasnya.

Ia menagaskan, jika dalam pekan ini aset berupa mobil yang masih dikuasai itu belum berada di kantor Kejati Maluku Utara untuk melakukan pengembalian dari aspek Datun, maka Kejati akan ngusulkan segara untuk dilakukan penegakan hukum terhadap Alien Mus dan Madjid Husen yang masih menguasai aset berupa kendaraan milik Pemprov.

“Tentunya saudara-saudara tahu penegakan hukum yang berimplikasi pada aspek kerugian negara, maka akan digunakan sarana tidak pidana korupsi, saya berharap setelah hari ini ada iktikad baik oleh para pihak. Siapapun juga bahwa terkait hukum, semua orang bersamaan kedudukan dalam hukum. Tiada ada perbedaan-perbedaan dalam status sosialnya,” tegasnya.

“Kami mohon supaya ini dikembalikan tanpa ada surat panggilan, tanpa ada permintaan. Jadi kerelaan untuk mengembalikan menjadi parameter kami, bahwa sesungguhnya tidak ada niat jahat di sini. Tetapi kalau tidak ada pengembalian maka kami buat kesimpulan lewat proses penegakan hukum,” tamba Rilke.

Suluruh upayah telaluh ditempuh Bidang Datun Kejati Maluku Utara, baik melalui pendekatan, mediasi, negosiasi dan dengan cara audensi pun telah dilkukan, tapi hingga kini tak membuahkan hasil atas aset yang dikuasai kedua mantan pejabat itu.

Tiga unit kendaraan yang dikuasan masing-masing, mantan Sekda Maluku Utara Madjid Husen berupa mobil Honda CRV tahun 2011 bernomor Polisi (Nopol) B 1102 PQH warna abu-abu dengan nilai Rp 226.000.000.

Alien Mus menguasai dua mobil dengan merek Toyota Camry Hybrio tahun 2015 senilai Rp 693.310.000 dan satu Fortuner Toyota.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut