Listrik Sering Padam, Ini Penjelasan PLN Sanana ke DPRD Sula

  • Bagikan
RDP Komisi III DPRD Kepsul bersama PLN Sanana (Fahrul/KabarMalut)

SANANA – Pelayanan UPTD PT PLN Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, sering dikeluhkan pelanggan, terutama pemadaman listrik yang dilakukan secara mendadak. Komisi III DPRD Kepulauan Sula meminta penjelasan PLN Sanana melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Pantauan KabarMalut, RDP yang berlangsung di ruang rapat Komisi III, Selasa (26/10/2021), PLN Sanana yang dihadiri langsung oleh Kepala PLN Sanana, Muhsin A. M Rasay dicercar sejumlah pertanyaan oleh anggota DPRD, salah satunya terkait pemadaman listrik yang sering terjadi berapa waktu terakhir ini.

Menanggapi berbagai pertanyaan para anggota DPRD tersebut, Kepala PLN Sanana Muhsin A.M Rasay langsung menjelaskan pemadaman listrik secara mendadak yang sering terjadi dalam berapa waktu terakhir ini, bukan karena disengaja atau gangguan mesin. Namun, pemadaman secara mendadak terjadi karena masalah jaringan.

“Jaringan yang ada sekarang masing menggunakan kabel telanjang, sehingga tersentuh dengan benda asing seperti ranting pohon atau benda apapun sedikit saja, listrik langsung gangguan, apalagi jaringan yang digunakan saat ini usiannya sudah cukup lama,” kata Muhsin.

Komisi III DPRD Kepulauan Sula saat meninjau PLTD Waikalopa (Fahrul/KabarMalut)

Selain masalah jaringan, pemadaman juga terjadi karena masalah kapasitas daya. Menurut Muhsin, kapasitas daya yang dikontrak oleh PLN hanya 4 mega watt (MW), sementara pemakaian listrik dalam wilayah Kota Sanana dan sekitarnya memang hanya 3,8 MW, bahkan pada beban puncak pemakaian bisa mencapai 4 MW, sehingga menyebabkan pemadaman.

“Kapasitas daya yang kami miliki sudah hampir terpakai semua, akhirnya sering terjadi pemadaman, terutama pada beban puncak,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk penambahan kapasitas daya, PLN Sanana secara resmi telah menyurat pada PLN wilayah dan muda-mudahan bisa direalisasi pada tahun 2022 mendatang.

“Kami sudah minta tambahan daya ke PLN Wilayah, muda-mudahan 2022 bisa ditambahkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Sula, Lasidi Leko sebelum mengakhiri RDP tersebut mengatakan, DPRD berharap pihak PLN dapat memberi pelayanan yang baik terhadap pelanggan.

“Pelanggan punya hak untuk dapat pelayanan yang baik, kalau listrik padam dengan tidak beraturan seperti sekarang ini, selain mengganggu kenyamanan pelanggan, juga dapat menyebabkan kerusakan barang elektronik milik pelanggan, maka dari itu harus diantisipasi sebaik mungkin,” harapnya.

Terkait penambahan kapasitas daya, Komisi III siap membantu PLN Sanana dengan menghadap langsung PLN Wilayah.

“Kalau soal penambahan kapasitas daya, kami siap kawal, nanti kita sama-sama ketemu PLN Wilayah,” imbunya.

Selain menggelar RDP, Komisi III juga meninjau langsung lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Waikalopa Kecamatan Sanana Utara. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut